Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
Dream - Menutup perdagangan akhir 2018, indeks syariah bergerak tak serempak. Memanfaatkan sentimen penguatan indeks regional dan Wall Street, Indeks Saham Syariah Indonesia bergerak menguat di penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, 28 Desember 2018.
Pelaku pasar juga cukup yakin melakukan aksi beli setelah melihat harga komoditas minyak mentah yang menguat serta aksi window dressing di penutupan perdagangan 2018.
Sayang, laju positif itu tak diikuti dua indeks bluechips syariah lainnya.
Papan perdagangan BEI mencatat ISSI menutup hari terakhir perdagangan 2018 dengan menanjak tipis 0,493 poin (0,27%) ke level 183,998. ISSI menghijau seharian setelah dibuka di level 183,693 dan menyentuh level tertinggi 184,328.
Sebaliknya, indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) bergerak melemah 2,469 poin (0.36%) ke level 685,223. Koreksi juga dialami Indeks JII70 yang terkoreksi 0,296 poin (0,13%) ke level 227,458.
Ditutup oleh Presiden Joko Widodo, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) seperti ingin membahagiakan sang tamu. IHSG menguat 3,855 poin (0,062%) ke level 6.194,498.
Sebagian besar indeks sektoral menguat. Memanfaatkan sentimen kenaikan harga minyak, investor mengarahkan sasarannya pada saham-saham komoditas.
Indeks sektor sektor pertanian dan pertambangan hari ini melesat masing-masing2,36 persen dan 1,58 persen.
Sementara indeks barang konsumsi merosot 1,52 persen karena masih adanya isu perang dagang AS-China. Pelemahan juga dialami indeks sektor manufaktur yang turun 0,62 persen, dan perdagangan 0,19 persen.
Investor lebih suka menanamkan sahamnya di MKPI dan FIRE. Kedua saham ini terangkat Rp2.500 dan Rp1.225. Kenaikan saham ini diikuti oleh PCAR sebesar Rp950, BYAN Rp875, dan INAF Rp850.
Sebaliknya, saham UNVR terkoreksi Rp1.200, NIKL Rp700, LPPF Rp500, EMTK Rp400, dan ICBP Rp250.
Pada pukul 16.15, nilai tukar rupiah menguat tipis. Kurs dolar AS terhadap rupiah melemah 57 poin (0,39%) ke level Rp14.504.(Sah)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan