6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Ilustrasi Anjing. (Foto: Pixabay)
Dream – Rasa cinta mengalahkan segalanya. Inilah yang dirasakan oleh seorang wanita bernama Sasha Smajic.
Wanita ini kehilangan anjing jenis staffordshire bull terrier yang mati pada 25 Desember 2018.
Dia rela mengeluarkan uang senilai 4 ribu poundsterling (Rp77,98 juta) untuk pemakaman anjing yang berusia 11 tahun itu. Biaya ini sudah termasuk pelepasan merpati seharga225 poundsterling (Rp4,13 juta) dan karangan bunga 620 poundsterling (Rp11,38 juta).
Dikutip dari Metro, Sabtu 19 Januari 2019, anjing hitam bernama Captain ini meninggal karena sakit jantung. Setelah ditinggal mati anjing kesayangannya, wanita berusia 37 tahun ini mogok makan selama seminggu.
Sasha mengatakan dirinya sangat kehilangan Captain. Bahkan, dia tak kuat melihat mayat Captain dipindahkan dari dokter hewan ke kereta jenazah sampai ke Pemakaman Willow Haven di Bedmon, Hertfordshire, Inggris.
“ Sebagian dari saya telah hilang,” kata dia.
Sasha menggunakan kereta kuda dan mobil jenazah untuk mengangkut peti mati Captain dari dokter hewan ke pemakaman. Wanita ini juga meminta kereta untuk berjalan dengan rute yang biasa dilalui oleh Sasha dan Captain.

(Sumber: Metro)
Dalam prosesi pemakaman, penjaga kuburan membacakan puisi untuk Captain, lalu melepaskan burung merpati. Ada 11 burung yang untuk mengenang anjing itu.
“ Captain berhak atas pengiriman ini. Bagi orang-orang, Captain adalah seekor anjing. Bagiku, dia adalah bayiku. Dia adalah segalanya bagiku dan akan selalu seperti itu,” kata Sasha.
Dia juga menyiapkan bunga-bunga putih dan patung anjing berwarna putih. “ Saya ingin semuanya serba putih karena dia seperti malaikat,” kata Sasha.
Wanita ini mengontak Southall Funeral Service untuk merencanakan pemakaman yang berkesan untuk mengantar Captain ke pemakamannya. Dia juga meminta pemakaman agar diperbolehkan menggelar prosesi pemakaman layaknya manusia.
Sasha bertemu Captain di tempat adopsi. Dia mengadopsi Captain ketika anjing ini berusia tujuh bulan. Hewan lucu ini awalnya pemalu dan pendiam, lalu tumbuh menjadi anjing yang penyayang dan mempercayai Sasha.
Dikatakan bahwa Captain merupakan anjing yang perasa. Dia akan menunjukkan kepada orang-orang bahwa dirinya tidak berbahaya.

(Sumber: Metro)
“ Jika (Captain) tak sengaja menginjakmu dan kamu berkata ‘Aduh’, dia akan mengibaskan ekornya dan menjilatmu untuk meminta maaf,” kata Sasha.
Sasha mengatakan Captain jatuh sakit pada Agustus 2018. Ketika itu, anjing ini hanya diam dan tidak semangat. Wanita ini curiga dan membawanya ke dokter hewan.

(Sumber: Metro)
“ Ketika didiagnosis, Captain menderita kanker perut dan sebelum Natal, kondisinya memburuk. Selama operasi, Captain terkena serangan jantung dan tak bisa hidup kembali,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
