Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah
5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A
Mengapa AC Mobil Listrik Tetap Bisa Aman Menyala Meski Mesin Mati?
Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya
Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan
8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi
Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya
Menutup Akhir Pekan, Indeks Syariah Kompak Melemah.
Dream - Indeks syariah bursa saham Indonesia ternyata belum cukup kuat melawan tekanan sentimen global. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) kembali ditutup melemah setelah mendekam seharian di zona negatif.
Tekanan sentimen global dari kondisi bursa Wall Street yang rontok memang membuat cemas pelaku pasar di seluruh dunia. Indeks bursa saham utama regional juga ditutup melemah jelang libur akhir pekan ini.
Aksi jual pemodal asing kembali meningkat di perdagangan hari ini, Jumat, 9 Februari 2018.
Indeks ISSI ditutup melemah 1,017 poin (0,52%) ke level 193,073. ISSI mengawali perdagangan dengan melemah di level 192,369 dan sempat terseret ke titik terendah di 191,192. Meski muncul aksi beli jelang penutupan, namun tekanan jual juga cukup tinggi.
Indeks keping biru syariah, JII, juga ditutup terkoreksi 3,920 poin (0,51%) ke level 771,178 poin. Tercatat hanya tiga emiten syariah yang ditutup menguat. Sisanya rontok ke zona negatif.
Volume dan nilai transaksi perdagangan saham syariah kembali menurun di perdagangan akhir pekan ini. Dari 75,35 juta saham yang diperdagangan sampai sesi penutupan, nilai transaksi saham syariah mencapai Rp4,23 triliun.
Pemodal asing semakin agresif melepas portofolio sahamnya di tengah kecemasan bursa Wall Street. Nett sell asing mencapai Rp753 miliar, naik lebih dari dua kali lipat dari penutupan kemarin.
Aksi lepas saham marak terjadi di sebagian besar indeks sektoral. Sektor pertambangan, industri aneka, dan infrastruktur anjlok masing-masing 2,48 persen, 1,76 persen, dan 1,69 persen.
Penguatan indeks industri dasar sebesar 1,83 persen tidak cukup kuat menahan laju pelemahan perdagangan.
Hanya ada tiga emiten JII yang mencetak top gainer, yaitub UNVR yang harga sahamnya terangkat Rp1.025, TPIA Rp750, dan MYRX Rp8.
Sisanya? Terkoreksi. Harga saham LPPF merosot Rp375, ASII Rp175, UNTR Rp150, INCO Rp130, dan ADRO Rp100.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 4 poin (0,03%) ke level Rp13.594 per dolar AS.
(Sah)
Advertisement
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai

Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane


3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar

Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes

Bukan Sekadar Hantu, Teror Rambut Sewu Berawal dari Dendam Keluarga

Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah

5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula

Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A