Dream - Polusi udara yang dihirup ibu hamil ternyata berpengaruh negatif terhadadap berat badan sang bayi. Studi baru menyebut, walaupun jumlah polusi yang dihirup sedikit, tetap berisiko mengalami gangguan kesehatan bahkan kematian.
Seperti yang dikutip Mirror, Senin 7 September 2015 Penelitian ini dilakukan di Lancet Respiratory Medicine yang telah meneliti lebih dari 74.000 wanita hamil di 12 negara.
Hasil menunjukkan, ibu yang terpapar polusi udara kerap bayi yang lahir memiliki berat badan yang rendah sebagian bertahan hidup, tetapi lebih mungkin menderita kondisi seperti diabetes dan penyakit jantung saat dewasa.
Para ilmuwan mengukur lalu lintas jalan terdekat dan di semua jalan utama dalam radius 100 meter dari rumah setiap wanita hamil. Mereka mengatakan setiap kenaikan lima mikrogram per meter kubik. Pada paparan partikulat yang berasal dari kendaraan dan pembangkit listrik berbahan bakar batubara menimbulkan risiko 18 persen bayi lahir dengan berat badan rendah.
" Temuan kami menunjukkan sebagian besar kasus berat lahir rendah bisa dicegah di Eropa jika polusi udara perkotaan, partikulat sangat baik dan berkurang," ujar Penulis utama Dr Marie Pedersen dari Pusat Penelitian Epidemiologi Lingkungan di Barcelona.
Selain Marie, Prof John Wright dari Bradford Institut Penelitian Kesehatan menyerukan " Transportasi hijau" termasuk mobil listrik untuk mengurangi polusi lalu lintas. Sementara Dr Patrick O'Brien dari Royal College of Obstetricians dan Gynaecologists menyarankan untuk menghindari paparan polusi udara.
" Lebih banyak penelitian di daerah ini memberikan pengetahuan kita tentang dampak polusi udara terhadap perempuan dan bayi mereka," ujar Patrick. (Ism)
Advertisement
Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara

3,3 Juta Lansia Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Ini yang Terjadi Saat Masuk ke Tubuh

Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Sampai Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara



Es Batu atau Air Es, Mana yang Lebih Cepat Mendinginkan Minuman? Jawabannya Ternyata Mengejutkan


Mengapa Mencetak Uang Lebih Banyak Tidak Bisa Membuat Negara Lebih Kaya?


Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Cara Berhenti Minum Minuman Manis dalam 14 Hari, Ikuti Langkah Sederhana Ini

PMI Salurkan 1 Juta Masker untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau