Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Jemaah Haji Indonesia (MCH)
Dream - Para jemaah diingatkan bahwa living cost yang diterima calon haji harus digunakan untuk memenuhi kebutuhan selama di Tanah Suci. Dana itu harus digunakan untuk kebutuhan yang lebih penting, seperti membeli vitamin untuk menjaga kesehatan tubuh.
“ Tapi terkadang living cost malah dibelikan untuk oleh-oleh, hingga akhirnya kebutuhan kesehatan menjadi tidak terpenuhi,” kata Komisioner Komisi Pengawasan Haji Indonesia (KPHI), Syamsul Maarif, dikutip dari laman jabar.kemenag.go.id, Rabu 1 Agutsus 2018.
Menurut Syamsul, jemaah calon haji harus mengutamakan kesehatan tubuh. Dan uang biaya hidup yang diterima itu harus dimanfaatkan untuk kesehatan. Jika uang itu digunakan untuk kepentingan yang kurang penting bisa berakibat fatal.
“ Hal inilah yang menjadi penyebab banyaknya Jemaah haji yang melemah kondisi kesehatannya dan hal terburuk pun terjadi yaitu meninggal dunia,” tambah dia.
Syamsul berharap para petugas kesehatan haji terus mengingatkan para jemaah agar menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah haji. “ Karena melaksanakan ibadah haji bukan hanya kesiapan mental dan rohani, tetapi pengujian fisik pun akan dirasakan oleh para jemaah,” ungkap Syamsul.
Dia juga mengimbau para petugas kloter agar terus berkoordinasi dan bekerja sama dengan para ketua rombongan dan ketua regu untuk mengetahui kondisi jemaah. Petugas kloter juga tak boleh segan melakukan pendekatan dengan para Jemaah.
“ Semoga tahun ini jumlah jemaah yang meninggal tidak sebanyak tahun lalu, karena kita selalu berharap jemaah haji yang berangkat dan pulang Tanah Air masih dengan jumlah yang sama dan selalu diberikan kesehatan,” tutur Syamsul.
Menurut dia, berdasarkan evaluasi pelaksanaan haji tahun lalu, diketahui bahwa jumlah jemaah haji yang meninggal di Tanah Suci meningkat. Padahal, tambah dia, dari segi pelayanan terus ditingkatkan. “ Berarti hal ini menunjukkan bahwa ada yang keliru mengenai kondisi kesehatan jemaah,” ungkap dia.
Syamsul menambahkan, kematian memang takdir Allah SWT. Tetapi manusia juga harus mengetahui penyebab kematian. Oleh karena itulah petugas kesehatan harus mencermati kondisi setiap jemaah.
“ Jangan pernah bosan untuk selalu mengingatkan jemaah agar dapat menjaga kesehatannya dengan mengkonsumsi makanan dan minuman yang sudah disediakan oleh pemerintah,” ucap Syamsul.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang