Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Jemaah Haji Di Masjidil Haram (Shutterstock.com)
Dream - Cuaca di Tanah Suci sangat berbeda dengan Indonesia. Oleh sebab itulah para jemaah calon haji diimbau untuk selalu menjaga kesehatan, karena perbedaan kondisi lingkungan tersebut dikhawatirkan akan berpengaruh pada kondisi fisik para jemaah calon haji.
“ Kami imbau jemaah calon haji menjaga kesehatan karena cuaca di sana jauh berbeda dengan di daerah kita. Apalagi saat ini di sana dikabarkan cuacanya sedang ekstrem,” ujar Kepala Kantor Kementerian Agama Kotawaringin Timur, Samsudin, di Sampit, dikutip dari Liputan6.com, Rabu 1 Agustus 2018.
Menurut Samsudin, cuaca di Tanah Suci saat ini sedang kurang bagus. Suhu cukup panas yaitu diperkirakan mencapai 48 derajat Celsius, lebih panas dibanding tahun lalu yang hanya sekitar 40 derajat celsius.
Menghadapi cuaca ekstrem tersebut, tidak jarang jemaah calon haji terserang penyakit. Untuk itulah, Samsudin mengimbau mereka untuk terus menjaga sehingga bisa menjalankan ibadah haji dengan lancar.
“ Dulu ada yang bibir pecah-pecah bahkan mimisan (hidung mengeluarkan darah). Makanya kami minta jamaah menjaga kesehatan. Mau pakai pelembab bibir atau obat boleh saja, tapi pastikan terbuat dari bahan yang diperbolehkan. Kalau sakit, langsung minta bantuan petugas kesehatan supaya cepat ditangani dan sembuh,” tegas Syamsudin.
Tahun ini, Kotawaringin Timur memberangkatkan sebanyak 215 jemaah calon haji ke Tanah Suci. Rencananya, mereka akan bertolak dari Sampit menuju Palangkaraya melalui jalur darat pada Kamis sore, 2 Agustus 2018, menggunakan enam bus.
Mereka akan dilepas oleh Bupati Kotawaringin Timur, Supian Hadi. Rombongan akan dikawal hingga tiba di Asrama Haji Al Mabrur Palangka Raya. Menurut jadwal, mereka akan terbang ke Arab Saudi melalui Embarkasi Antara Tjilik Riwut menuju Embarkasi Syamsudin Noor Banjarmasin Kalimantan Selatan pada Jumat subuh.
Pada Sabtu 4 Agustus 2018, rombongan akan langsung diterbangkan menuju Jedah, Arab Saudi. Jemaah calon haji asal Kotim merupakan yang terbanyak ke dua di Kalimantan Tengah. Mereka akan bergabung dengan jemaah asal Kabupaten Katingan dan Pulang Pisau.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang