Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Dream - Jemaah haji di Tanah Suci kerap mengalami kesulitan mengoperasikan gadget. Banyak jemaah haji menanyakan penggunaan aplikasi perpesanan maupun pilihan paket roaming.
Jemaah yang kesulitan menggunakan aplikasi perpesanan, misalnya WhatsApp, karena ponsel yang mereka gunakan umumnya baru dibeli dan belum diaktifkan. Untuk itu, jemaah perlu memiliki email atau surat elektronik.
Surat elektronik dapat dibuat jemaah di Tanah Air atau melalui bantuan teman sejawat yang memiliki jaringan internet. Dengan men-tethering atau hotspot internet milik kawan.
Email itu digunakan untuk mendaftar Google Play Store. Di sanalah aplikasi Whatsapp dapat diunduh.
Selain persoalan aplikasi, jemaah haji juga kerap kebingungan memilih provider jaringan internet. Ada dua pilihan untuk jemaah haji Indonesia. Menggunakan provider lokal, semisal Telkomsel, Indosat, XL, dan Tri. Atau menggunakan provider Arab Saudi, semisal Zain, Mobily, Lebara, Virgin, dan STC.
Masing-masing provider memiliki keunggulan dan kelebihan. Penggunaan provider lokal Tanah Air biasanya memiliki paket haji yang berdurasi 30 sampai 40 hari.
Paket kuota internet dan telepon di-bundling menjadi satu. Keunggulan paket internet haji dari provider lokal ialah kemampuan mengakses panggilan suara dan video melalui perpesanan WhatsApp.
Untuk jaringan, sejauh pengamatan Dream, internet dan telepon dari provider lokal tak banyak bermasalah selama di Arab Saudi.
Sementara itu, pemakaian provider Arab Saudi perlu diperhatikan betul oleh jemaah haji. Sebab, para jemaah haji hanya diberi kesempatan membeli sekali. Satu paspor satu kartu menjadi alasannya.
Kelemahan kartu Arab Saudi ialah ditutupnya akses panggilan telepon dan video call menggunakan aplikasi WhatsApp. Jemaah haji perlu sedikit upaya dengan menginstall aplikasi VPN untuk `mengakali` pemblokiran ini.
Saat musim haji, rata-rata provider Arab Saudi, menjual paket internet dengan harga 10 hingga 300 riyal. Semakin tinggi harga, semakin banyak kuota atau kemudahan yang diberikan. Misalnya, kuota internet yang melimpah atau kemudahan menelepon.
Tetapi, jemaah perlu berhati-hati. Ada beberapa provider Arab Saudi yang hanya menjual kartu SIM khusus internet. Kartu ini tidak dapat digunakan untuk telepon dan SMS.
Untuk membeli paket ini, jemaah haji tak perlu takut, sebab, di beberapa toko resmi, para penjual mengerti penggunaan bahasa Indonesia.
Laporan jurnalis Dream, Maulana Kautsar, dari Tanah Suci
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang