Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Tradisi Menyalakan Lampu Laila Menyambut Lailatul Qadr Di Sulawesi Tengah (simomot.com)
Dream - Dalam keyakinan umat Islam, Lailatul Qadr memiliki tempat begitu mulia. Lailatul Qadr merupakan malam dicurahkannya seluruh kebaikan kepada umat Islam.
Begitu mulianya malam ini hingga umat Islam berlomba-lomba untuk menyambutnya. Di beberapa daerah di Indonesia, masyarakat memiliki tradisi masing-masing dalam menyambut datangnya malam yang mengandung kebaikan seribu bulan ini.
Salah satu misal adalah tradisi lampu laila pada etnis Banggai, Sulawesi Tengah. Para muslim Banggai selalu menyalakan lampu laila di waktu jelang akhir Ramadan.
Masyarakat Banggai meyakini Lailatul Qadr jatuh pada malam 27 Ramadan. Sehingga, di malam itu mereka menyalakan lampu laila, dimaksudkan untuk menyambut kedatangan Lailatul Qadr.
Lampu-lampu tersebut, yang sebagian besar terbuat dari botol kaca atau bambu dan berbahan bakar minyak tanah diletakkan di depan rumah. Usai berbuka puasa pada malam 27 Ramadan, masyarakat Banggai menyalakan lampu tersebut hingga waktu Subuh.
Sepanjang malam tersebut, masyarakat banyak menjalankan aktivitas ibadah seperti salat malam dan tadarus Alquran. Aktivitas itu akan dikerjakan sejak tengah malam hingga subuh.
Ada persyaratan tertentu dalam menyalakan lampu laila dan tidak bisa dilakukan semua orang. Syarat tersebut seperti sudah menginjak dewasa, mengambil air wudhu, serta membaca surat Al Qadr sebanyak tiga kali.
Surat Al Qadr merupakan surat yang berisi tentang kisah diturunkannya Alquran. Malam pertama kali Alquran disampaikan kepada Rasulullah Muhammad SAW disebut sebagai Lailatul Qadr.
Tidak ada yang mengetahui kapan tradisi ini bermula. Yang jelas, bagi masyarakat Banggai, tradisi ini menjadi semacam kebiasaan yang selalu mereka lakukan untuk menyambut Laitatul Qadr.
(Ism, Sumber: berbagai sumber)
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha