Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Masjid Nurbuat Keraton Kanoman Cirebon (kemenag.go.id)
Dream - Bisa dibilang Masjid Nurbuat bukan situs keagamaan yang berusia tua di Cirebon. Masjid ini memang dibangun pada tahun 2000, atau masuk era modern.
Dibandingkan dengan dua masjid tua di lingkungan Keraton Cirebon, yaitu Masjid Kasepuhan dan Masjid Kanoman, usia Masjid Nurbuat terpaut jauh.
Tetapi, masjid ini punya keunikan sendiri. masjid ini dibangun menggunakan gaya arsitektur Jawa dan Tiongkok.
Masjid yang kerap disebut sebagai 'Masjid Bata Merah' ini dibangun di atas tanah wakaf milik Keraton Kanoman seluas 5.000 meter persegi. Julukan 'Bata Merah' disematkan pada masjid yang terletak di Kelurahan Kedung Menjangan, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon ini lantaran bangunan ini didominasi bata merah.
Pendiri masjid ini, Rokhim, mengatakan masjid ini awalnya merupakan musala. Pada tahun 2010, musala ini dipugar dan diperluas hingga menjadi masjid.
Di bagian luar masjid ini berdiri sebuah menara. Bentuknya unik, memiliki atap menumpuk sebanyak sembilan susun. Hal ini dimaksudkan sebagai perlambangan Wali Songo. Sembilan wali penyebar agama Islam di tanah Jawa.
" Anehnya, selama pembangunan masjid ini dan dijadikan tempat salat, yang bertahan ikut serta selalu sembilan orang sampai rampung. Kalau ada 10 orang, pasti satu orang mengundurkan diri. Wallahu a’lam kenapa begitu," ujar Rokhim, dikutip Dream.co.id dari laman kemenag.go.id, Minggu, 26 Juli 2015.
Masuk ke dalam, terdapat 17 tiang berdiri kokoh menopang langit-langit. Tiang-tiang tersebut menandakan rakaat dalam salat wajib lima waktu.
Secara keseluruhan, bangunan ini hanya memiliki dua warna, merah dan putih. Warna merah mendominasi bagian luar, sementara putih memenuhi setiap ruangan di dalam masjid.
Masjid ini kini menjadi salah satu daya tarik Kota Cirebon. Banyak pengunjung menyempatkan diri berkunjung ke masjid ini untuk beribadah maupun istirahat.
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha