Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kota Thonis-Heracleion (mirror.co.uk)
Dream - Thonis-Heracleion. Inilah kota legendaris yang tenggelam di dasar Laut Mediterrania 1.200 tahun silam. Kota ini berabad-abad hanya menjadi legenda, sebelum akhirnya ditemukan pada tahun 2000.
Dikutip Dream dari laman Mirror, Selasa 25 November 2014, kota ini ditemukan dalam sebuah survei di pantai utara Mesir. Sejak awal abad ke-21 itu, peneliti sedikit demi sedikit menguak bagian demi bagian kota yang penah hilang itu.
Arkeolong bawah laut, Frank Goddio, dan timnya menemukan kota ini setelah melakukan penelitian selama tiga tahun. Menurut dia, penemuan ini merupakan awal untuk mengungkap Kota Thonis-Heracleion secara utuh.
“ Kita mungkin harus melanjutkan pekerjaan ini untuk 200 tahun mendatang untuk memunculkan dan memahami Thonis-Heracleion secara utuh,” tutur Goddio.

Salah satu temuan terbaik dari Teluk Aboukir ini adalah patung Ratu Ptolemaic yang terbuat dari batu gelap. Patung ini diduga sebagai representasi dari Cleopatra II atau III, yang berpakaian Dewi Isis.
Damian Robinson, ilmuwan dari Oxford University, mengatakan kota ini luar biasa. “ Kami sekarang mulai melihat beberapa daerah yang lebih menarik di dalamnya untuk mencoba memahami kehidupan di sana,” tutur Robinson.
“ Kami mendapatkan gambaran kekayaan kota ini, seperti perdagangan yang terjadi di sana dan sifat dari ekonomi maritim di periode akhir Mesir,” tutur dia.

Para arkeolog telah menemukan 64 kapal, koin emas, dan patung raksasa berukuran 16 kaki. Batu bertuliskan huruf Yunani dan Mesir kuno juga telah diangkat ke permukaan.
Selain itu juga ditemukan patung Hapi, dewa masyarakat Mesir kuno. Patung ini berukuran 5,4 meter dan terbuat dari granit. Batu Dewa Banjir Sungai Nil ini merupakan patung terbesar yang pernah ditemukan, sehingga tempat ini diduga sebagai wilayah yang sangat penting pada zaman dulu.

Sebelum menghilang, kota ini berada di mulut delta Sungai Nil. Hingga kini para ilmuwan masih belum tahu pasti apa yang menyebabkan kota yang dibangun pada abad ke-8 sebelum Masehi ini tengelam sekitar 1.200 tahun silam.
Namun salah satu teori menyebut kota ini tenggelam karena terjadi rob atau naiknya air laut ke daratan. Ditambah lagi amblesnya sedimen yang menopang kota ini hingga 12 meter. Teori lain menyebut kota ini musnah karena terjadi bencana alam lain.
Kota ini diyakini sebagai tempat terdamparnya Paris dan Helen of Troy karena melarikan diri dari kejaran Menelaus yang dibakar api cemburu, sebelum dimulainya perang Troya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya