Ilustrasi (post.jagran.com)
Dream - Umat Islam yang tertarik menghapal Alquran tak hanya kalangan tua. Belakangan, generasi muda, dan bahkan anak-anak, banyak yang mempelajari dan menghapal kitab suci umat Islam itu.
Untuk mempermudah proses menghapal Alquran, tentu dibutuhkan metode pengajaran yang tepat. Dan biasanya, proses hapalan bisa dimulai dengan cara mengamati dan menirukan mereka yang sedang bertilawah (membaca Alquran).
" Biasanya kalau sudah mulai mendengar, nanti akan melihat dan tahu maknanya. Setelah mencoba, biasanya bisa mengetahui metode mana yang tepat untuk belajar menghafal," kata Ustazah Sarmini, LC alumni International University of Africa di acara UI Islamic Book Fair di Depok, kemarin.
Untuk anak-anak, tambah dia, ada metode tersendiri yang berbeda. Umumnya anak-anak harus dibimbing hingga bisa menirukan. sehingga tanpa sadar sudah 80 hingga 90 persen menghapal isi dan kandungan Alquran.
" Yang penting syaratnya si anak harus sudah bisa baca. Nanti pelan-pelan baru bisa dilepas dan diawali dengan membaca satu halaman, kalau sudah terbiasa lama-lama bisa karena terbiasa," ucap penulis buku Alhamdulillah Balitaku Khatam Al-Qura'an ini.
Intinya, seorang yang ingin belajar menghapal Alquran harus banyak membaca dan mendengarkan orang lain bertilawah. Banyaknya interaksi dan penggunaan metode yang diterapkan oleh seseorang secara tidak lagsung dapat menarik minat anggota keluarga lainnya untuk ikut mempelajari dan mendalami Alquran. (Ism)
Advertisement

5 Makanan yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi Bersamaan dengan Kopi, Bisa Ganggu Pencernaan

Bakteri dalam Kimchi Diduga Bisa Membantu Mengeluarkan Nanoplastik dari Tubuh

Bukan 2026, Negara-Negara Ini Masih Menggunakan Kalender dengan Tahun yang Berbeda

Sempurnakan Kriteria FCA, Hari Ini 92 Saham Keluar dari Papan Pemantauan Khusus BEI

12 Tanda Awal Gangguan Pendengaran yang Sering Diabaikan dan Kerap Tak Disadari

Dari Svarnadwipa, Andalas, Samudera, hingga Sumatera, Banyak Nama untuk Satu Pulau

Siti Hasmah Wafat di Usia 100 Tahun, 70 Tahun Temani Mahathir