Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Mustafa Memeti (derbund.ch)
Dream - Berkat keberanian dan toleransi yang ditunjukkannya, seorang imam di Bern mendapat penghargaan dari surat kabar SonntagsZeitung sebagai Swiss of the Year.
Imam Mustafa Memeti mendapat penghargaan, karena dinilai mampu mendorong muslim untuk berintegrasi dan menciptakan toleransi di dalam masyarakat Swiss.
" Berita soal terorisme dan kekerasan telah menjadi tantangan bagi kami," kata Imam Mustafa dalam sebuah interview dengan SonntagsZeitung.
Ditambahkan Imam Mustafa, dalam beberapa salat Jumat, ia selalu menekankan bahwa muslim tidak punya pilihan lain kecuali harus bersikap terbuka terhadap masyarakat Swiss.
" Kita tidak bisa selalu berada dalam lingkungan sendiri. Kita tidak bisa mendirikan masyarakat yang terpisah dari yang lain."
Selama beberapa tahun terakhir, Islam dan muslim menjadi pusat perdebatan di negara-negara Barat terkait dengan karakter yang dibawanya.
Menurut SonntagsZeitung, Imam Muslim yang menjadi imam di Asosiasi Muslim Bern dan sebagai Presiden Asosiasi Islam Albania-Swiss, adalah seorang pendukung vokal toleransi beragama dan integrasi Muslim di Swiss.
Lahir di Albania, imam asli Serbia ini pindah ke Swiss pada 1991. Kemudian, ia menjadi warga negara Swiss pada 2005. Imam Mustafa mengatakan bahwa banyak Muslim di Swiss takut kehilangan identitas mereka.
" Hari ini saya menunjukkan kepada para pemuda bahwa mereka bisa menjadi seorang imam dan seorang warga negara Swiss. Anda dapat mengintegrasikan diri tanpa kehilangan identitas atau agama Anda," katanya.
Menurut CIA Factbook, Swiss adalah rumah bagi sekitar 400 ribu muslim yang merupakan 5 persen dari hampir 8 juta penduduk negara tersebut. (Ism)
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia



Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya