Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Siti Hajar Angun
Dream - Pandemi Covid-19 masih terus berlanjut di Indonesia. Bahkan wabah ini terus mencatat rekor kasus baru dengan angka tertinggi mencapai 24.836 kemarin.
Melihat angka kasus Covid-19 yang tiap hari terus meningkat, warga Indonesia yang berada di luar Indonesia turut cemas dengan anggota keluarga lain di Tanah Air.
Seperti yang dirasakan Siti Hajar Angun, seorang WNI yang kini berdomisili di Jerman. Berkesempatan ngobrol santai dengan Dream pada Rabu, 30 Juni 2021 kemarin, Siti yang merupakan warga Medan sempat khawatir dengan merebaknya kasus COVID-19 di Indonesia.
Siti terus memantau perkembangan kasus COVID-19 di Indonesia tanpa henti.
Nun jauh di Stuttgart, Negara Bagian Baden-Württemberg, Siti merasakan kondisi berbeda. Pemerintah setempat sudah melonggarkan protokol kesehatannya karena Jerman dalam beberapa hari terakhir tak mendapat laporan kasus baru Covid-19.

Siti mengatakan bahwa selama 7 bulan, sejak November 2020 hingga Juni 2021, Jerman menerapkan lockdown demi mencapai 0 kasus penyakit mematikan tersebut.
" Saat ini, Jerman sudah tidak menerapkan lockdown, bahkan masyarakat di tempatku yang ingin beraktivitas di luar ruangan, sudah diperbolehkan melepas masker. Tapi tetap ada aturan kesehatan yang diberlakukan," kata Siti yang sudah menetap di Jerman bersama suami sejak 2012.
Aturan kesehatan yang dimaksud Siti seperti berkumpul di ruang terbuka dan jarak antar sesama ketika berkumpul.
Hal tersebut, bisa dicapai karena adanya peraturan ketat dari pemerintah dan masyarakat Jerman yang super taat.
Pandemi COVID-19 yang belum juga usai sampai detik ini membuat Siti makin rindu Tanah Air apalagi sejak 2020 dirinya tidak bisa mudik.
" Terakhir ke Indonesia waktu 2019," ungkapnya.
Meski demikian, Siti tetap berkomunikasi dengan keluarga Indonesia serta memantau keadaan yang kini tengah terjadi. Di Jerman sendiri, Siti juga tidak sendiri sebagai WNI, dia masih bisa merasakan suasana Indonesia ketika bertemu dengan masyarakat WNI di Jerman.
Mau denger cerita lengkap Siti Hajar tentang lika-liku beraktivitas selama pandemi COVID-19?
Yuk langsung saja tonton siaran ulangnya di IGTV DREAMCOID!
View this post on Instagram
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya