Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Eco Synergy/komunitas RISKA
Dream – Jadi salah satu tempat wisata yang ramai dikunjungi kalangan muda, Pulau Pari dipilih Komunitas Remaja Islam Sunda Kelapa (RISKA) untuk menggelar acara Eco Synergy RISKA 2018 pada akhir pekan, 1-2 September 2018 kemarin.
Tak hanya berlibur, dalam event yang dibungkus dalam program traveling and charity, RISKA menggelar kegiatan sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan masyarakat di sana.
Selama dua hari pelaksanaan kegiatan, lebih dari 200 peserta dari wilayah Jabodetabek, bahkan luar pulau Jawa, ikut bergabung sebagai relawan.
Lelah perjalanan laut selama dua jam terbayarkan dengan keindahan pemandangan di Pulau Pari. Kedatangan para peserta disambut perwakilan rukun warga Pulau Pari, perwakilan SDN 01 Pagi, serta anak-anak pulau.
RISKA, lewat surel yang dikirimkan ke Dream.co.id pada Kamis, 6 September 2018 ini mengatakan di hari pertama acara diisi dengan dekorasi taman baca serta donasi buku, mural pada signboard dan tong sampah, penanaman terumbu karang, edukasi kesehatan, serta dengan pentas seni.

Sesi mural mengambil konsep colouring island yang bertujuan membuat Pulau Pari lebih berwarna dan makin ceria dengan hasil lukisan para relawan. Tiap kelompok relawan melukis di tong sampah dan sign board yang nantinya ditempatkan pada berbagai titik di Pulau Pari.

Rangkaian kegiatan sosial ini menaruh perhatian tinggi pada anak-anak pulau yang dikemas saat acara dekorasi taman baca serta donasi buku, RISKA berharap lewat kegiatan ini akan menumbuhkan semangat membaca mereka.
Di samping itu, para relawan tidak hanya mendekorasi dengan berbagai hiasan namun juga melakukan mural yang membuat suasana di Taman Belajar Membaca Al Fikri menjadi lebih cerah.
Relawan juga mengajak anak-anak pulau untuk peduli terhadap kesehatan dan kebersihan dengan edukasi pentingnya cuci tangan. Tampak antusias anak-anak begitu besar yang terlihat dari semangat mereka dalam menciptakan penampilan kelompok dalam bentuk nyanyian dan tarian.

Sore hari peserta melakukan penanaman terumbu karang sambil menikmati sunset di Pantai Bintang. Peserta dipandu tim Daerah Perlindungan Laut Pulau Pari dalam melakukan penanaman terumbu karang.
Sebanyak 200 terumbu karang dalam 10 balok beton ditanamkan dan yang menarik adalah peserta dapat mengikatkan tulisan berisi pesan dan harapan.

Tidak berakhir di situ, pada malam harinya, peserta menikmati hembusan angin di Pantai Perawan dengan sajian hiburan berupa tarian daerah yang dipersembahkan anak-anak pulau.
Pentas seni ini juga diisi dengan talkshow inspiratif bersama Gita Savitri, influencer, youtuber, dan penilis buku yang tengah naik daun.

Gita membagikan cerita tentang perjuangannya dalam berkuliah di Jerman serta pengalaman Gita dalam berbagai misi kemanusiaan di Timur Tengah.
Pada hari kedua yang mana jadi hari terakhir Eco Synergy RISKA 2018, kegiatan peserta lebih santai dan seru yang diawali dengan menikmati sunrise dan senam pagi.
Perjalanan di Pulau Pari pun ditutup dengan kegiatan snorkeling.
Selepas rangkaian kegiatan ini, diharapkan semangat dan kepedulian peserta terhadap lingkungan dan masyarakat makin tinggi.

Kirimkan info kegiatan komunitas kamu ke komunitas.dream@kly.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin di-publish
2. Sertakan link blog/web
3. Foto dengan ukuran high-res (tidak blur)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya