5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Bayi Baru Lahir (Foto: Shutterstock)
Dream - Momen para ayah mengazani bayinya yang baru lahir pastinya sangat mengharukan. Lantunan kalimat tauhid dikumandangkan di telinga bayi yang baru saja lahir ke dunia.
Dikutip dari DalamIslam.com, hukum mengazani telinga bayi menurut pendapat mayoritas ulama bermahzab Hanafi, Syafi’i, dan Hanbali adalah sunnah. Adapun menurut pendapat sebagian ulama bermahzab Maliki, hukum mengazani bayi setelah ia lahir adalah mubah atau boleh dan sebagian yang lainnya menyatakan hukumnya makruh.
Dalam kitabnya yang berjudul Al-Majmu, Imam Nawawi menyatakan sebagai berikut: “ Disunnahkan mengumandangkan adzan pada telinga bayi saat ia baru lahir, baik bayi laki-laki maupun perempuan, dan azan itu menggunakan lafaz azan shalat. Sekelompok sahabat kita berkata, ‘Disunnahkan mengazani telinga bayi sebelah kanan dan mengiqamati telinganya sebelah kiri, sebagaimana iqamat untuk solat" .
Salah satu hadits yang menjadi dasar hukum pendapat sebagian besar ulama yang mensunnahkan adzan pada bayi yang baru lahir adalah sebagai berikut.
Abu Rafi radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan, “ Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengadzani telinga Al-Hasan ketika dilahirkan oleh Fatimah.”
Mengumandangkan azan di telinga bayi yang baru lahir bukanlah tanpa tujuan. Ibnu Qayyim al-Jauziyah menyatakan sebagai berikut.
“ Hikmah dilakukannya azan di telinga bayi yang baru lahir adalah agar kalimat pertama yang didengar oleh sang bayi adalah lafal Allah subhanahu wa ta’ala dengan segala keagungan-Nya sehingga ia diharapkan memberikan pengaruh ke dalam jika selain dapat mengusir setan" .
© Dream
Dengan demikian, manfaat azan untuk bayi baru lahir antara lain sebagai berikut:
1. Mengenalkan Kalimat Tauhid
Manfaat azan untuk bayi baru lahir adalah untuk memperdengarkan sekaligus mengenalkan salah satu kalimat thayyibah yaitu Laa ilaaha illallahu’. Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “ Ajarkanlah kalimat Laa ilaaha illallahu’ kepada anak-anakmu sebagai kalimat pertama yang mereka dengar.”
Kalimat tauhid yang diperkenalkan pada bayi baru lahir nantinya dapat melahirkan kesabaran dan rasa syukur dalam diri manusia serta menumbuhkan kecerdasan manusia.
2. Membangun Kecerdasan Spiritual
Manfaat azan untuk bayi yang baru lahir adalah membangun kecerdasan spiritual seseorang sejak dini. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam surat Al-Jumu’ah ayat 2 sebagai berikut.
“ Dia-lah yang membangkitkan di kalangan orang yang buta huruf seorang rasul dari mereka yang membacakan atas mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan mereka, mengajarkan mereka kitab dan hikmah, dan mereka itu sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata.”
© Dream
Azan merupakan senjata yang sangat ampuh untuk mengusir setan yang selalu berupaya mengganggu manusia sejak lahir. Sebuah riwayat menyebutkan bahwa adzan yang dikumandangkan di telinga kanan bayi yang baru lahir dapat menjauhkan sang bayi dari gangguan jin Ummu shibyan.
“ Orang yang mendapatkan kelahiran bayi, lalu dia mengadzankan di telinga kanan dan iqamat di telinga kiri, tidak akan celaka oleh Ummu shibyan.”
Penjelasan selengkapnya baca di sini.
© Dream
Dream - Mendidik dan mengurus anak merupakan proses panjang yang pastinya sangat menguras emosi. Dibutuhkan kesabaran dan sebagai muslim kita juga harus mempelajari nilai-niai Islam sebagai dasar dalam mengurus anak.
Salah satunya sebagai orangtua seemosi apapun jangan sampai mengucap sumpah buruk atau menyumpahi anak. Dalam Islam ada larangan menyumpahi anak. Dikutip dari Bincangsyariah.com, Musthafa al-Adawy dalam Fiqh Tarbiyat al-Abna mengatakan hendaknya orangtua berhati-hati dengan apa yang diucapkan jangan sampai melaknat anak saat emosi dan marah, hal tersebut sangat dikecam oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadis.

“ Janganlah kalian menyumpahi diri kalian sendiri, jangan pula menyumpahi anak-anak kalian, dan jangan menyumpahi harta-harta kalian. Agar (doa tersebut) tidak bertepatan dengan saat-saat di mana Allah memberikan dan mengabulkan doa dan permintaan kalian.” (H.R. Muslim, Abu Dawud)
© Dream
Dalam hadis tersebut Nabi melarang para orangtua untuk melaknat anak-anaknya, karena jika sampai dikabulkan oleh Allah SWT dan hal buruk menimpa kepada anak-anak mereka maka hal itu pasti akan menimbulkan penyesalan yang amat sangat. Allah SWT berfirman:

“ Dan manusia mendoa untuk kejahatan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa”. (Q.S. Al-Isra; 11).
Imam al-Tabari dalam tafsirnya mengatakan terkadang manusia memang terlalu tergesa-gesa mengucapkan doa buruk saat marah. Padahal bisa saja sumpah serapah hanyalah luapan emosi sesaat saja.
Allah SWT lebih mengetahui apa yang ada di dalam hati hambanya karena bagaimana pun secara naluri orangtua selalu ingin melindungi dan menyayangi anaknya, karena itu pada keadaan tertentu itu tidak dikabulkan atas rahmat Allah kepada hambanya.
Penjelasan selengkapnya baca di sini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?