Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
© 2021 Shutterstock
Hadirnya bulu atau rambut tipis di area tubuh perlu dirawat untuk meningkatkan estetika sekaligus menjaga kesehatan tubuh. Salah satu metode perawatan yang sering digunakan adalah dengan memotong menggunakan pisau cukur.
Namun terdapat pula metode yang difavoritkan banyak orang yaitu waxing. Telah banyak anggapan mengenai metode menghilangkan bulu secara waxing terutama bagi yang belum pernah mencobanya.
Anggapan tentang rasa sakit dan iritasi kerap membayangi seseorang yang belum pernah mencoba metode dengan mencabut bulu dengan bantuan cairan wax ini. Meski begitu, waxing ternyata nggak semenyeramkan itu loh, Sahabat Dream. Yuk intip fakta menarik tentang waxing yang jarang diketahui.

Secara harfiah, wax diartikan sebagai lilin. Namun bukan berarti bahan yang digunakan untuk mencabut bulu di tubuh adalah lilin loh! Beberapa bahan alami bisa digunakan untuk waxing, baik dibuat sendiri di rumah maupun aneka produk yang bisa ditemukan di salon kecantikan.
Bahan natural yang biasa diaplikasikan pada cairan wax adalah sugar wax dengan campuran lemon, hingga fruit wax yang efektif pada area sensitif. Terdapat pula chocolate wax yang mengandung antioksidan serta nutrisi untuk menjaga kesehatan kulit.

Nggak semua bulu di tubuh bisa dihilangkan hanya dengan satu metode waxing saja, Sahabat Dream. Idealnya, bulu di sekitar ketiak serta betis menjadi sasaran waxing bagi sebagian banyak orang.
Namun nggak sedikit pula jenis waxing di area sensitif seperti pada sekitar miss V. Jika kamu baru ingin mencoba waxing untuk pertama kalinya, cobalah di area yang umum seperti betis bagian samping atau belakang. Area tersebut menjadi ideal lantaran risiko iritasi lebih kecil dibanding ketiak atau bahkan di daerah sensitif.
Bisa juga melakukan waxing pada sekitar pelipis dan alis. Kamu bisa meminta bantuan teman atau bahkan melakukan perawatan di salon jika ingin waxing di area ini untuk pertama kalinya ya.

Bukan tanpa alasan mengapa metode menghilangkan bulu ini digandrungi banyak perempuan. Jika dilakukan dengan benar, waxing memiliki beberapa manfaat loh!

Agar hasil dari waxing semakin optimal, kamu bisa menerapkan perawatan sederhana yang bisa dilakukan sehari-hari. Selain menghindari iritasi, perawatan yang dilakukan juga terbukti meningkatkan efektivitas waxing dan membuat bulu tumbuh lebih lama serta terhindar dari risiko lain yang mungkin bisa terjadi. Berikut beberapa tips perawatan setelah melakukan waxing.
See? waxing menjadi salah satu metode menghilangkan bulu yang efektif, Sahabat Dream! Kini kamu nggak perlu takut untuk melakukan sendiri di rumah atau bisa juga dilakukan saat sedang perawatan di salon. Happy trying, Sahabat Dream!
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya