Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Ruang Kelas Sekolah Montessori
Dream - Memilih sekolah untuk buah hati memang bukan perkara mudah. Banyak hal yang jadi pertimbangan, mulai dari konsep pengajaran, jarak dari rumah hingga biaya. Dari semua hal, prinsip pengajaran jadi hal penting.
Mungkin Anda sering mendengar konsep sekolah yang berprinsip Montessori. Konsep ini dikembangkan oleh pendidik asal Italia Maria Montessori. Teknik pengajarannya sangat khas, yaitu menggabungkan anak yang usianya tak jauh berbeda dalam satu kelas. Kemudian mereka dipersilakan memiliki aktivitas edukasi yang ingin dilakukannya.
Bukan dengan mengajarkan satu materi yang sama untuk semua anak. Prinsip utama Montessori ini adalah semua anak dilahirkan dengan potensi spesial dan khusus. Potensi tersebut bisa berkembang jika orangtua dan pengajar memberikan stimulasi tepat di awal kehidupannya.
Jika si kecil disekolahkan di sekolah berprinsip Montessori memang akan berbeda dengan sekolah biasa. Apa saja yang mungkin terjadi?
Anak tak terlalu tertarik pada mainan konvensional
Pernah berada di situasi Anda membeli mainan dan si kecil malah tertarik pada boks pembungkus dan bukan mainannya? Pada dasarnya anak merupakan pribadi yang kreatif. Anak bisa menjadikan hal apapun sebagai mainan.
Di sekolah Montessori anak distimulasi untuk membuat permainan sendiri dari barang-barang yang ada di sekitar. Mereka pun jadi lebih tertantang dan kreatif. Jika mendapati mainan yang 'seadanya' bisa jadi mereka akan sangat tak tertarik.
Menonjol di pelajaran tertentu
Konsep Montessori adalah menstimulasi potensi dasar anak. Ia pun akan sangat menonjol di pelajaran yang diminatinya. Pengajar memang dilatih untuk melihat bakat anak dan akan
memberi aktvitas yang selalu terkait dengan bakatnya.
Tapi jangan kaget, ketika ia menonjol dalam satu bidang maka bisa saja ia mendapat poin rendah di pelajaran lain. Karena memang hal itu tak disukai dan tak sesuai dengan bakatnya.
Belajar bahasa lain
Berdasarkan prinsip Montessori, anak preschool dan TK menyerap bahasa asing secara lebih mudah dan cepat. Selain mengajarkan bahasa Ibu, pengajar juga akan mengajarkan bahasa lain. Kadang instruksi yang diberikan pun menggunakan bahasa asing.
Sulit beradaptasi jika dipindah ke sekolah konvensional
Sekolah konvensional cenderung memiliki struktur yang kaku. Sementara anak sudah terbiasa dengan prinsip pengajaran yang lebih aktif dan kreatif. Ketika anak dipindah ke sekolah biasa sangat mungkin ia akan mengalami kesulitan untuk beradaptasi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun