Mengonsumsi Cokelat. (Source: Shutterstock)
Dream - Makan cokelat seringkali dikaitkan dengan kenaikan berat badan dan kulit berjerawat. Padahal, cokelat juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan fisik maupun psikis.
Sehingga makan cokelat tidak semata-mata untuk memuaskan lidah, tapi juga bisa bermanfaat bagi tubuhmu.
Tentu saja, manfaat tersebut didapatkan ketika kamu mengonsumsi cokelat dalam jumlah yang cukup. Dilansir dari Times of India, berikut manfaat mengonsumsi cokelat bagi kesehatan tubuh.
Memenuhi nutrisi harian tubuh
Cokelat mengandung mineral dan serat. Nutrisi tersebut lebih banyak terdapat pada dark chocolate. Kamu bisa memenuhi kebutuhan seng, zat besi, magnesium, tembaga, mangan, potasium, fosfor, selenium dan nutrisi yang mampu mengaktifkan 300 enzim dengan mengonsumsi dark chocolate.
Selain itu, mengonsumsi dark chocolate juga dapat memperlancar metabolisme. Sehingga dalam jumlah cukup, dark chocolate dapat membantu penurunan berat badan.
Tekanan darahmu bisa menurun ketika mengonsumsi cokelat. Hal ini disebabkan oleh kandungan flavonoid yang mampu menenangkan arteri.
Menurunkan potensi serangan jantung dan stroke

Cokelat murni dapat menurunkan kadar LDL, yaitu kolesterol jahat penyebab penyakit jantung dan stroke. Konsumsilah 19-30 gram cokelat setiap hari untuk mencegah gagal jantung.
Meredakan peradangan
Peradangan merupakan awal mula penyakit kronis. Redakan peradangan di dalam tubuh dengan mengonsumsi cokelat dalam jumlah cukup.

Meski sebagian orang mengklaim memiliki kulit berjerawat, namun sebenarnya mengonsumsi cokelat dapat melindungi wajah dari bahaya paparan sinar matahari, memperlancar peredaran darah serta melembapkan kulitmu. Bahkan sebenarnya, cokelat bukanlah pemicu kulit berjerawat.
Meningkatkan fungsi otak
Cokelat dapat meningkatkan fungsi kognitif pada otak. Kandungan flavonoid merupakan salah satu kandungan yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh, salah satunya otak.
Penelitian menyatakan bahwa mengonsumsi cokelat selama 5 hari dapat meningkatkan peredaran darah ke otak. Ini sangat bermanfaat bagi orang yang berusia lanjut untuk mencegah alzheimer dan parkinson.
Advertisement
Refuse Derived Fuel (RDF), Saat Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Perusahaan Milik Orang Terkaya Indonesia Bakal Rekrut 1.000 Pegawai Baru

Sempat Terpeleset 20 Menit, IHSG Bergerak Menguat di Paruh Pertama Perdagangan

Sosok 2 Orang Terkaya Indonesia yang Masuk Wantimpres Presiden Prabowo

Sederet Alasan untuk Investasi Emas 'Hijau'


5 Cara Membantu Tubuh Mengeluarkan Mikroplastik, Bisa Dimulai dari Konsumsi Makanan Bergizi

Alkimia: Ilmu Kuno yang Dipelajari Berabad-Abad, Adakah Hubungannya dengan Kimia Modern?

Teh Panas atau Es, Mana yang Lebih Banyak Mengandung Antioksidan?

Benarkah Uang Bisa Membeli Kebahagiaan? Studi Ungkap Jawabannya Tak Sesederhana Itu

Berapa Lama Harus Bisa Plank Sesuai Usia? Ini Patokan untuk Usia 18 hingga 60 Tahun ke Atas

Pengeluaran Rp1,65 Juta, BPS Bongkar Uang WNI Menguap Kemana Saja

Refuse Derived Fuel (RDF), Saat Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif