Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Asian Para Games (Foto: Helmi Fithriansyah/ Liputan6.com)
Dream - Setelah Asian Games, kini Asia Para Games digelar di Jakarta. Perhelatan olahraga yang berlangsung hingga 18 Oktober mendatang ini, bukan hanya seru untuk ditonton tapi juga bisa jadi ajang menularkan semangat positif pada buah hati.
Astrid Wen, seorang psikolog anak, mengungkap dengan mengajak anak menonton pertandingan Asian Para Games bisa mengajarkan pada mereka kalau tak ada batas untuk berkarya.
Keuletan selalu memiliki hasil, seperti para atlet Asian Para Games yang bertanding walau memiliki fisik yang tidak lengkap.
" Jadi, orangtua bisa memberikan nilai-nilai positif bahwa orang disabilitas juga bisa berolahraga, bisa mengikuti lomba," kata Astrid kepada Liputan6.com.
Dengan menonton pertandingan Asian Para Games 2018 anak juga belajar sportivitas dan pantang menyerah. Orangtua bisa mengajak anak bertemu para atlet dan jika memungkinkan, ajak anak untuk berinteraksi dengan mereka.
" Kalau bisa, beri kesempatan anak untuk berinteraksi langsung dengan atlet disabilitas, salaman langsung, mendengarkan kisah mereka seperti apa. Pasti banyak kisah mereka yang memotivasi kita," tutur wanita pendiri PION Clinician ini.
Lalu, saat di stadion atau lapangan pertandingan, beri tahu soal lingkungan ramah disabilitas. Misalnya dengan menunjuk ada area turunan bukan tangga, sehingga kaum difabel yang memakai kursi roda bisa melewatinya.
Di lain waktu, orangtua juga bisa mengajak anak untuk bergaul di komunitas yang ramah disabilitas. " Kalau pengalaman anak lebih banyak bergaul di komunitas ramah disabilitas juga akan sangat baik, akan membuat anak lebih empati," katanya.
Sumber: Benedikta Desideria/ Liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun