Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Penyakit kehilangan kepadatan tulang atau osteoporosis identik dengan orang yang sudah berumur atau lanjt usia. Osteoporosis merupakan kondisi di mana tulang kehilangan kepadatannya, sehingga penderitanya rentan mengalami patah tulang (fraktur).
Ternyata, bukan hanya orangtua yang bisa mengalami. Anak-anak dan remaja pada beberapa kondisi bisa terkena osteoporosis. Dikutip dari KlikDokter.com, osteoporosis pada anak dan remaja biasanya terjadi antara usia 8–14 tahun.
Osteoporosis pada anak merupakan ondisi yang sangat serius. Pasalnya, usia anak dan remaja sedang dalam tahap pertumbuhan. Bila pertumbuhan tersebut terhambat karena osteoporosis, anak tidak akan mencapai tinggi optimalnya dan rentan mengalami komplikasi seperti patah tulang di usia muda.
Osteoporosis anak dan remaja (pediatric osteoporosis atau juvenile osteoporosis) dapat terjadi karena beberapa sebab, yaitu:
Kondisi Genetik
Maksud dari osteoporosis yang berhubungan dengan genetik adalah penyakit tertentu yang dialami sejak lahir yang membuat tulang anak mudah keropos. Contohnya adalah osteogenesis imperfecta, idiopathic juvenile osteoporosis, dan sindrom Turner.
© Dream
Kondisi Medis
Kondisi medis ini bisa meliputi kelainan ginjal, hipertiroid, atau hipotiroid.
Efek Obat-obatan
Beberapa obat-obatan, seperti obat kejang pada anak epilepsi dan obat kemoterapi pada anak dengan penyakit kanker, memiliki efek samping terhadap tulang.
Gangguan Makan
Anoreksia dan bulimia juga bisa menjadi salah satu penyebab osteoporosis pada anak. Kondisi ini membuat asupan kalsium anak menjadi sangat sedikit.
© Dream
Osteoporosis pada anak dan remaja biasanya menunjukkan gejala yang serupa dengan osteoporosis pada orang tua. Tanda dan gejalanya antara lain, nyeri tulang, terutama di tungkai, lutut, pergelangan kaki, yang dirasakan saat berjalan dan semakin lama semakin berat.
Riwayat patah tulang berulang, dengan trauma yang ringan, memiliki perawakan pendek. Termasuk tulang belakang membungkuk atau condong ke belakang.
Selengkapnya baca di sini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya