Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
(Foto: Shutterstock)
Dream - Perempuan yang terobsesi tampil cantik, biasanya nekat mengambil jalan pintas dengan operasi. Mereka rela melakukan bedah plastik demi mendapatkan tampilan yang sempurna.
Inovasi di dunia media kemudian melahirkan perawatan baru yang lebih praktis. Yaitu filler yang biasanya dimanfaatkan untuk memancungkan hidung, menebalkan volume bibir serta, memperuncing bentuk dagu.

"Filler yang baik itu adalah filler yang akan diserap tubuh. Tapi banyak juga salon kecantikan yang menawarkan filler menggunakan silikon cair. Itu berbahaya buat tubuh," ujar Aditya Herwandar, spesialis bedah plastik Bamed Plastic Surgery, di Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Rabu, 18 Oktober 2017.
Namun sayangnya, perawatan kecantikan instan ini juga menyimpan potensi bahaya untuk tubuh. Disebutkan Adit, filler yang berisi silikon cair itu dapat diserap oleh bagian tubuh lainnya.
Jika hal itu sudah terjadi, maka akan timbul benjolan-benjolan di wajah. Bahkan, diakui Adit sangat sulit untuk dikeluarkan dari dalam tubuh. Alhasil, wajah pun tidak akan dapat kembali cantik seperti semula.
"Misalnya filler silikon cair itu tadinya di hidung, terus bisa pindah ke jaringan di pipi. Nah itu berbahaya dan memerlukan tindakan khusus, seperti dikeruk. Kan tidak mungkin kita buang semua, paling yang jendol-jendol aja. Karena sangat susah buat ngeluarin silikon cair yang udah masuk ke jaringan," imbuhnya.
Filler yang disuntikan ke dalam tubuh biasanya akan bertahan hingga 6-8 bulan. Cairan itu kemudian akan masuk ke dalam aliran darah dan selanjutnya akan keluar lewat cairan tubuh.
"Untuk hidung jarang direkomendasikan untuk filler," imbuhnya.
(Sah)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari