Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Kebersihan organ intim seringkali kurang diperhatikan oleh para perempuan. Meski terletak di area tertutup dan tersembunyi, penting untuk selalu merawat kesehatan dan kebersihan vagina.
Jangan sampai karena tak dijaga kebersihannya, vagina terpapar banyak bakteri jahat yang memicu keputihan. Bakteri ini jika dibiarkan bisa membuat sulit hamil.
" Amat sangat penting menjaga kesehatan genital itu karena berpengaruh sampai ke dalam rahim dan indung telur. Kalau keputihannya jahat dan bakteri di vaginanya ganas, itu bikin susah punya anak karena infeksinya sampai ke dalam," tutur dr. Rino Bonti H. Shanti, dokter spesialis kandungan dan kebidanan, saat ditemui di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, Senin, 16 Oktober 2017.
Gejala keputihan sebenarnya wajar terjadi di organ intim wanita. Namun, yang menjadi berbahaya adalah keputihan yang disertai bau menyengat serta warna kuning pekat atau kehijauan. Kondisi keputihan tersebut bisa dikatakan adanya bakteri jahat.
" Awalnya adalah tidak bersihnya kewanitaan, dibiarkan lembap sehabis ke kamar mandi, celana dalam tidak ganti-ganti. Kalau lembap bisa jadi jamur. Terus berhubungan dengan seseorang yang kena penyakit juga bisa menularkan penyakit kelamin," ujar Bonti
Untuk mencegah hal tersebut, Dokter Bonti pun memberikan beberapa tips yang mudah dilakukan. Penting dilakukan agar terhindar paparan bakteri jahat yang bisa menghambat terjadinya kehamilan.
" Chlamydia Trachomatis adalah bakteri paling jahat yang bisa menyebabkan keputihan yang berbahaya dan susah hamil. Ditularkan dari suka gonta-ganti pasangan seks. Jadi untuk menghindarinya jangan berhubungan seks dengan banyak orang, cukup satu orang saja. Selain itu mengganti celana dalam dilakukan minimal 3 kali sehari, bila susah, gunakan alternatif panty liner, yang harus diganti 3-4 jam sekali," ungkap dr. Bonti.
Selain itu, perlu juga menggunakan pembersih kewanitaan secara rutih yang mengandung bahan sirih, guna menghambat pertumbuhan bakteri jahat.
" Bakteri itu normalnya memang ada di vagina. Tapi, jika lembab, pertumbuhannya akan pesat. Untuk itulah diperlukan godokan sirih untuk menghambatnya. Penggunaannya dengan cara merebus daun sirih selama 5-10 menit, kemudian dibilas," tegas Bonti.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya