JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
Ilustrasi Mengemudi Saat Hujan. (Foto: Shutterstock)
Dream – Mengendarai mobil memerlukan kesabaran, ketenangan, serta keamanan dan keselamatan. Apalagi ketika turun hujan.
Mengendarai mobil ketika hujan turun memang lebih berisiko. Selain jarak pandang bisa terganggu, jalanan menjadi becek atau tergenang air.
Executive Coordinator CSCV Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Budi Mahendra, mengatakan berkendara ketika hujan, harus lebih ekstra hati-hati karena jalanan basah. Jalanan ini membuat hydroplanning alias ban mengambang.
“ Yang paling terburuk dapat mengakibatkan kendaraan kehilangan kendali,” kata Budi, dikutip dari Liputan6.com, Minggu 9 September 2018.
Agar bisa berkendara dengan aman dan nyaman, ada tiga tips yang harus diperhatikan agar berkendara menjadi aman dan nyaman.
Pertama, kecepatan. Sebaiknya, kamu melajukan kendaraan di kisaran 70 km per jam. Perhatikan juga kecepatan kendaraan di sekitar. Hal ini bertujuan untuk memperkecil terjadinya slip pada kondisi jalan basah.
Kedua, kondisi ban. Pada musim hujan, ban yang prima merupakan hal yang penting. Sebelum berkendara, lebih baik memeriksa kembangan ban. Ketika memilih ban, pilihlah yang direkomendasikan untuk permukaan kering dan basah.
Ketiga, tekanan angin. Sebaiknya kamu memeriksa tekanan angin pada ban, apakah sudah sesuai dengan standar tekanan angin yang ditetapkan.
(ism, Sumber: Liputan6.com/Herdi Muhardi)
Dream – Sahabat Dream, pengendara mobil tak jarang menempuh waktu perjalanan berjam-jam untuk mencapai tujuan. Banyak penyebab waktu tempuh menjadi lama.
Contohnya, jarak perjalanan yang jauh dan jalanan yang macet.
Mengingat waktu perjalanan yang tinggi, ada satu hal yang harus diperhatikan oleh pengemudi mobil. Hal itu adalah postur berkendara.
Iya, postur berkendara ini penting. Posisi duduk yang tepat bisa menghindarkan badan dari cepat lelah dan potensi cedera yang serius.
Dikutip dari akun Instagram Honda Indonesia, @hondaisme, Jumat 31 Agustus 2018, ada lima posisi yang harus diperhatikan agar kamu tetap nyaman mengemudi. Berikut ini adalah rinciannya.
Dream - Ketika menyetir, disarankan posisi lutut membentuk sudut 110 derajat. Posisi ini ideal untuk menekan pedal gas, rem, dan kopling.
Pastikan juga punggung bisa bersandar dengan baik. Ketinggian jok juga harus sesuai agar jarak pandang bisa maksimal.
Posisi Setir
Pastikan setir mobil tak menghalangi pandangan ke instrument panel di dashboard. Kalau ada fitur tilt, sesuaikan posisinya dengan keinginan.
Posisi Tangan
Ketika mengemudi, letakkan tangan kanan di arah jam 03.00 dan tangan kiri di jam 09.00. Posisi tangan ini bisa membentuk sudut sekitar 120 derajat.
Posisi ini bisa mempermudah kamu untuk menyetir dengan baik dan optimal.
Posisi Headrest
Sandaran kepala juga harus diperhatikan. Pastikan sandaran ini bisa menahan kepala dengan baik ketika terjadi benturan. Posisinya yang ideal, bagian tengah headrest sejajar dengan ujung atas telinga.
Posisi Spion
Yang terakhir adalah posisi spion. Pastikan spion bisa membuatmu melihat kondisi lalu lintas di belakang mobil seluas-luasnya. Jangan lupa untuk memperlihatkan sedikit bagian belakang mobil.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
