Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Koleksi Hijab Benetton. (Source: World.benetton.com)
Dream - Kini, hijab tak lagi diproduksi untuk wanita. Hal tersebut ditunjukkan melalui koleksi terbaru rumah mode asal Italia, United Colors of Benetton, saat berkolaborasi dengan Rapper berkebangsaan Tunisia, Ghali Amdouni.
Hijab unisex menjadi salah satu artikel yang menarik perhatian warganet dari keseluruhan koleksi. Koleksi itu sendiri pertama kali diluncurkan saat Milan Fashion Week yang diadakan bulan September lalu dan dihadirkan di bawah merek 'United Colors of Ghali'.
Artikel kontroversial tersebut dibuat dari bahan yang elastis dengan warna hitam, kuning, merah, dan hijau. Hijab yang menutupi kepala hingga dada tersebut sekilas mirip dengan sport atau active hijab yang digunakan saat berolahraga.
Hadirnya hijab tersebut tidak hanya ditampilkan di Milan Fashion Week, tapi juga di Instagram pribadi Ghali dan di beberapa video klipnya. Dilansir dari News18, Ghali sangat menginginkan memakai hijab.
View this post on Instagram
Bahkan, ia di-bully di sekolah saat mengenakannya. " Aku lelah dengan segala hal yang identik dengan Arab atau Tunisia selalu dipandang negatif. Sekarang, aku pikir, sangat penting untuk bisa menerima perbedaan, ini yang membuatku unik," katanya.
Meski koleksi tersebut berhasil menyuarakan keinginan Ghali, namun masih banyak warganet yang memprotes hal tersebut.
Unisex hijab by @benetton ❤️
Now men can also cover their shame. No need for them to be walking around immodest and naked like animals.#Equality pic.twitter.com/jrcT5q6kvb— Yasmine Mohammed 🦋 ياسمين محمد (@YasMohammedxx)November 8, 2021
" Aku penasaran, kapan Benetton memproduksi kain besar untuk menutupi seluruh tubuh pria, setelah hijab," tulis akun Twitter @sippyvanakker.
" 'Hijab unisex' dari Benetton jadi contoh bagaimana 'inklusivitas' menghapus penindasan yang didasarkan oleh jenis kelamin perempuan dan mengubahnya menjadi produk atau penampilan yang dapat dicoba oleh laki-laki," ujar @WomenReadWomen.
" Benetton menghadirkan balaclava dan menamakannya 'hijab unisex'. Sekarang perampok bank dan pembajak juga bisa menggunakan hasil karya desainer," komentar @TheCynicalHun.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya