Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ibu Menyusui
Dream - Setelah melahirkan, ibu baru biasanya menunda dulu untuk memiliki anak lagi. Hal ini karena usia bayi yang masih sangat muda dan membutuhkan perhatian besar. Belum lagi kondisi tubuh ibu yang belum terlalu pulih setelah melahirkan.
Terutama jika proses melahirkan melalui operasi caesar, di mana proses pemulihan memakan waktu yang lebih lama. Dokter juga biasanya menyarankan pada para ibu untuk menunda
kehamilan sekitar 1,5 tahun, setelah operasi caesar.
Banyak cara untuk menunda kehamilan. Salah satu yang paling diandalkan para ibu, karena aman, mudah dan gratis adalah dengan menyusui. Ya, menyusui memang bisa mencegah
kehamilan.
Bagaimana menyusui eksklusif bisa mencegah kehamilan?
Terus menyusui secara intensif akan membuat tubuh berhenti berovulasi. Ovulasi merupakan proses pelepasan sel telur perempuan (ovum) dari ovarium (indung telur) menuju tuba fallopi
untuk menunggu dibuahi oleh sperma pria. Nah, saat tubuh terus menerus memproduksi ASI, proses ovulasi ini tidak terjadi.
Artinya, kehamilan pun tak akan bisa terjadi. Kondisi ini dalam istilah medis dikenal sebagai lactational amenorrhea method (LAM). Tingkat keefektivitasannya bisa hingga 98%. Dalam LAM ini sebenarnya, ada jeda waktu antara siklus haid yang belum kembali normal setelah melahirkan.
Saat haid tak terjadi pertanda tak adanya ovulasi. Berarti menyusui masih bisa jadi kontrasepsi efektif. Namun jika menstruasi terjadi, kontrasepsi alami ini tak bisa lagi diandalkan.
Syarat menyusui jadi kontrasepsi alami
Untuk menjadikan aktivitas menyusui menjadi cara alami untuk mencegah kehamilan, ada syarat khusus. Pertama menyusui di sini maksudnya adalah menyusui secara eksklusif. Artinya Anda tak memberikan asupan apapun pada bayi selain ASI.
Menyusui juga harus dilakukan secara intensif, yaitu 5 jam di siang hari dan 6 jam di malam hari. Terus menyusui apapun kondisinya. Jika berhenti menyusui sehari saja, bisa menurunkan level hormon prolaktin dalam tubuh yang bisa memicu kembali ovulasi.
Dengan terus menerus menyusui secara langsung dan intensif, tubuh akan memproduksi prolaktin yang menghambat proses ovulasi. Ibu pun tak akan mengalami menstruasi. Biasanya kondisi ini berlangsung selama 2 hingga 6 bulan setelah melahirkan, tergantung tingkat kesuburan ibu.
Setelah ibu kembali menstruasi, berarti menyusui tak lagi bisa menunda kehamilan. Ibu harus mencari cara atau alat lain sebagai kontrasepsi. Untuk memilih kontrasepsi yang tepat, usahakan berkonsultasi dengan dokter atau bidan.
Sumber: Planned Parenthood
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya