Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Bonjeruk (Genpi Lombok Sumbawa)
Dream - Pedesaan Lombok terkenal dengan suasana yang asri didominasi persawahan. Selain itu, adanya berugak di hampir setiap rumah menjadi ciri yang melekat kuat.
Tetapi, suasana berbeda akan kita dapat saat berkunjung ke Desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Di desa ini, kita akan menemukan bangunan era kolonial di hampir setiap sudutnya.
Hal ini menjadi kekuatan tawar untuk memberikan alternatif pariwisata di Lombok Tengah. Bangunan-bangunan tersebut menjadi peninggalan masa lalu di mana Bonjeruk pernah menjadi pusat pemerintahan di masa kolonial Belanda.
Salah satu bangunan yang tampak mencolok adalah gapura dengan gaya art deco. Gapura itu dibangun pada 1933 sebagai gerbang masuk sebuah rumah yang dulu difungsikan sebagai Kantor Distrik Jonggat yang dipimpin seorang pribumi, Lalu Serinata.
Ketua Harian Pokdarwis Wirajaya Putrajaya Jonggat, Wiryadi, mengungkapkan pihaknya memaksimalkan bangunan lama untuk mengembangkan potensi wisata.
" Saat ini kami sedang tata, ke depan kami akan bangun museum sehingga bisa melihat lebih jauh tentang sejarah yang ada," ujar Wiryadi.
© Bonjeruk (Genpi Lombok Sumbawa)
Bonjeruk rupanya punya banyak potensi wisata. Selain sejarah, desa ini juga menawarkan pengalaman agrowisata yang menarik.
Beragam hasil bumi tersedia di sini. Bahkan, kita bisa menikmati buah segar yang langsung dipetik dari pohonnya.
Tak hanya itu, desa ini juga menawarkan pengalaman wisata olahraga. Kita bisa menyusuri jalur pedesaan yang indah dengan berjalan kaki atau bersepeda.
Masih ada lagi, kegiatan seni budaya cukup rutin berlangsung. Seperti bermain permainan tradisional bersama warga serta kegiatan membaca lontar.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, sempat berkunjung Pasar Bambu di Bonjeruk dan menikmati sejumlah kuliner khas. Desa Bonjeruk ini masuk dalam daftar 50 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021.
Meski begitu, Sandi menilai masih perlu ada pengembangan di Bonjeruk. Salah satunya soal homestay, yang diharapkan bisa dikelola masyarakat dengan strandarisasi yang ditingkatkan.
" Standarnya harus kita tingkatkan, kita adakan pelatihan agar masyarakat semakin banyak yang berpartisipasi di program homestay karena ini yang akan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," kata Sandi.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari