Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Layar Sentuhnya Gede Banget, Ya? (Foto: Byton/Moto1)
Dream – Byton ingin tampil beda. Produsen otomotif asal Tiongkok ini memasang layar besar head unit di mobil sport utility vehicle (SUV) listrik.
Dikutip dari Motor1, Rabu 9 Januari 20189, Byton memasang layar sentuh berukuran 48 inci di bagian head unit mobil konsep M-Byte.
Layar sentuh ini tujuh kali dari layar iPad. Bahkan, lebih besar daripada layar sentuh yang berukuran 17 inchi.
Byte pede dengan konsep layar sentuh yang super lebar itu. Startup ini mengklaim ukuran layar ini justru tidak mengganggu garis pandang pengemudi.
Layar sentuh yang bernama Shared Experience Display (SED) telah mematuhi standar keselamatan dan kecelakaan.
Tak hanya itu, layar sentuh berukuran 7 inci berada di permukaan kemudi. Tujuannya untuk mempermudah konfigurasi mobil dan memahami fungsi-fungsi yang ditawarkan oleh SED.
Penumpang mobil juga bisa “ bermain” dengan layar sentuh. Layar sentuh juga dipasang di bagian belakang kursi. Total layar yang dipasang di dalam mobil ada lima unit.
Berapa harganya?
M-Byte merupakan mobil listrik pertama dan akan diproduksi akhir 2019 di Nanjing, Tiongkok. Mobil ini dilepas dengan harga mulai US$45 ribu (Rp637,19 juta) untuk mobil listrik dengan baterai 71 kWh untuk 250 mil. Sedangkan yang varian 325 kWh untuk 325 mil, harganya lebih mahal.
SUV listrik ini akan hadir di Tiongkok dan menyusul ke Amerika Utara dan Eropa pada 2020. (ism)
Dream – Sebagian orang menghindari membeli mobil listrik karena modelnya yang terlalu modern. Apalagi jika mereka termasuk pengendara yang memiliki jiwa dan semangat yang klasik.
Selama ini produsen otomotif yang membuat mobil listrik, seperti Tesla dan Jaguar, memilih membuat mobil listrik berdesain modern.
Tapi, langkah berbeda ditempuh Aston Martin.
Dikutip dari Carbuzz, Senin 10 Desember 2018, produsen mobil asal Inggris ini menampilkan mobil listrik dengan desain klasik. Aston Martin membuat mobil " heritage electric vehicle" alias mobil " warisan" listrik.

Aston Martin menggunakan mobil DB6 keluaran 1970 sebagai konsepnya. Produsen ini beralasan bahwa Inggris akan melarang mobil-mobil berbahan bakar gas pada 2020.
Tak ada penjelasan detail tentang konsep mobil listrik Aston Martin. Hanya disebutkan baterai dan motor listrik terletak di bagian engine dan transmisi. Pengaturan unit daya dilakukan melalui layar yang ada di bagian dalam mobil.
Mobil listrik bergaya klasik ini memiliki atap mobil terbuka dan bodinya berwarna putih.
Dream – Divisi mobil Ford Motor Company, Lincoln, bakal menghadirkan Lincoln Aviator generasi kedua pada 2020. Lincoln Aviator generasi dua ini merupakan mobil plug in hybird yang menggunakan baterai dan BBM sebagai bahan bakarnya.
Alih-alih menyebut mobil ini sebagai PHEV (plug in hybird electriv vehicle), produsen mobil asal Amerika Serikat ini justru menyebut mobil ini dengan sebutan Grand Touring.
“ Sederhananya, apa yang dilakukannya sehingga membuat kendaraan lebih menarik untuk dikendarai. Ini adalah definisi paling murni dari Grand Touring,” kata Kepala Pemasaran Lincoln, Robert Parker dikutip dari Carbuzz, Rabu 5 November 2018.
Parker mengatakan perusahaan memang ingin mengubah citra mobil ramah lingkungan menjadi menyenangkan.
Alasan lain mereka enggan menggunakan kata listrik untuk mobil hybird agar lebih menarik minat masyarakat. Dikatakan bahwa masyarakat menyukai kata-kata yang artinya tak diketahui.
Sekadar informasi, Aviator Grand Touring ini memiliki dua mode pengendaraan, yaitu Pure EV dan Preserve EV. Mobil pure EV hanya menggunakan motor listrik, sedang Preserve EV menggunakan V6. Perpaduan motor listrik dan mesin twin turbo V6 berkapasitas 3,6 liter akan menyemburkan daya 450 Tk.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya