5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Sumber Foto: Shutterstock
Dream - Kebiasaan membuang sampah sembarangan di Indonesia masih sangat tinggi. Banyak orang menganggap bahwa membuang sampah di selokan, sungai, jalanan umum, dan taman, sebagai hal biasa.
Sangatlah penting mengajarkan pengelolaan sampah sejak usia dini. Perilaku membuang sampah dan memilah sampah bisa menjadi sebuah kebiasaan yang akan terus dilakukan hingga dewasa nanti. Dengan begitu, persoalan sampah Indonesia di masa depan bisa teratasi.
Mengenalkan kepedulian akan lingkungan dan sampah kepada anak sebenarnya cukup mudah. Sahabat Dream dapat melakukan hal-hal berikut untuk mengajak anak memilah sampahnya.
Melalui Dongeng
Membacakan dongeng pada anak mungkin terdengar sederhana tapi ternyata memiliki efek yang luar biasa.
Dengan dongeng, komunikasi antara anak dan orangtua menjadi lebih menyenangkan dan mudah diterima oleh di kecil. Jadi memberikan pemahaman tentang peduli lingkungan, akan lebih mudah dipahami anak melalui kegiatan dongeng ini.

" Dalam cerita dongeng bisa diselipkan tentang pentingnya tidak buang sampah sembarangan, bagaimana memilah plastik dan dampak ke depannya seperti apa. Dengan dongeng yang ringan tapi mengugah mereka, jadi dapat dengan mudah diterima anak-anak," ujar Tara de Thouars, Psikolog Klinis pada acara Unilever Generasi Pilah Plastik, 16 November 2021.
© Dream
Anak-anak kerap dipenuhi rasa ingin tahu. Perasaan untuk mengetahui banyak hal dengan detail membuat si kecil tak habisnya bertanya " Kenapa?" .
Mungkin hal ini terjadi saat orangtua mengajarkan anak untuk membuang sampah pada tempatnya dan lebih peduli pada lingkungan.

" Jangan cuma melarang buang sampah sembarang, tapi jelaskan kenapa. Sebagai orang tua penting untuk menjawab pertanyaan mereka itu. Kenapa harus melakukan ini, kenapa orang lain kok tidak melakukan tapi aku harus melakukan. Ini harus dijelaskan," ujar Tara.
© Dream
Menanamkan kebiasaan baik menjadi salah satu aspek pembetukan karakter anak. Jika terbiasa maka anak akan melakukan hal itu kedepannya tanpa perlu berpikir lagi.
" Seperti biasakan kegiatan pilah plastik, jadi tiap menemukan plastik langsung disisihkan," jelas Tara.
Tara juga menegaskan bahwa orang tua perlu untuk mencotohkan kegiatan tersebut agar anak-anak bisa mengikuti.
" Jadi kalau diberitahu secara lisan belum efektif, coba berikan contoh ke ana, ini akan lebih mudah mereka ikuti," kata Tara.
© Dream
Reward atau hadiah dapat membantu orangtua memotivasi anak untuk melakukan sesuatu. Hal ini juga dapat membantu anak membiasakan aktivitas yang bersifat positif.

" Jangan lupa beri reward pada anak, setiap perilaku positif yang dilakukan harus diiringi reward supaya perilaku positif ini bisa terus dipertahankan," kata Tara
Memberikan reward kepada si kecil tidak melulu harus spesial dan mahal. Memberikan makanan kesukaannya, atau bermain bersama di halaman rumah dapat menjadi hadiah yang menyenangkan untuk buah hati. Bahkan sebuah pujian, pelukan dan ciuman juga bisa menjadi hadiah sederhana yang membuat si kecil bahagia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
