Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Sumber Foto; Dwi Ratih/Dream)
Dream - Terkenal sebagai content creator di Instagram yang kini bisa disebut sebagai pekerjaannya, tak membuat Dhatu Rembulan lupa urusan rumah tangga termasuk soal masak memasak.
Apalagi saat ini kedua anak perempuannya masuk dalam perkembangan yang patut diperhatikan. " Kebetulan anakku yang pertama sudah sekolah TK A, jadi dia tiap hari aku bawain bekal," kata Dhatu saat acara Ajinomoto bersama Dream.co.id menggelar blogger gathering bertajuk 'Eat Well, Live Well with Umami' di Bandung, Jawa Barat, kemarin.
" Ditambah lagi, aku baru-baru ini memutuskan untuk tidak pakai 'nanny' jadinya aku fokus mengerjakan semuanya sendiri termasuk masalah masak memasak," tambahnya.
Punya kedua anak perempuan yang tidak sampai lima tahun jarak usianya, bukan berarti selera makannya mirip, justru kedua anak Dhatu memiliki kegemaran berbeda.
" Anakku yang pertama, Lenonina, itu tipe anak yang suka karbo. Jadi menu makanannya harus ada nasi, paling tambahannya ya masakan rumah seperti biasa. Sedangkan yang kedua, Jaggira, itu sukanya menu-menu berat di pasta, atau roti," cerita wanita keturunan Jawa ini.
Begitu juga dengan sang suami yang merupakan vokalis band asal Bandung ini, Dhatu cerita kalau Tria merupakan tipe orang yang harus sarapan karena ia memiliki maag.
" Tapi di menu sarapannya dia anti banget sama nasi, jadi dia sarapan roti, pasta, atau kudapan seperti bakpau-bakpau gitu. Namun, kalau makan siang atau malam nggak apa-apa pakai nasi," kata Dhatu dengan senyum manisnya.

Mengaku bukan tipe yang jago masak, Dhatu yang menikah dengan Tria pada 2012 ini juga cerita kalau dirinya lebih suka masak menu-menu sederhana.
" Aku lebih memperhatikan rasa, yang penting jangan terlalu manis atau asin, asal gurih saja," ceritanya sambil ketawa kecil.
Ketika memutuskan untuk masak 'yang penting gurih' Dhatu juga tak sungkan memasukkan msg ke dalam masakannya.
" Aku sendiri nggak khawatir sama msg, justru aku takut sama penggunaan kecap dan garam yang berlebihan. Manis karena takut gula, dan garam takut kolestrol," ucap dia.
Meski demikian, penggunaan msg pada masakannya juga jadi perhatian Dhatu karena tidak semua makanan yang ia dan keluarga konsumsi menggunakan bahan tambahan pangan ini.
" Kalau sayur-sayuran aku suka tambahkan msg, itupun secukupnya. Tapi kan kalau roti nggak mungkin juga dipakaikan msg," jelasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya