5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Anak Sakit/ Foto: Shutterstock
Dream - Kementerian Kesehatan hingga saat ini masih terus berusaha menekan kasus gagal ginjal anak akut. Gangguan kesehatan ini memiliki tingkatan keparahan, ada tanda khas ketika sudah stadium berat.
Pasien anak yang gagal ginjal stadium 3 atau berat, tubuhnya tidak akan memproduksi urine atau disebut anuria. Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dr Mohammad Syahril mengungkapkan bahwa kebanyakan pasien gagal ginjal akut sendiri sudah berada pada stadium berat. Artinya, anak sudah tidak lagi memproduksi urine sama sekali.
" Ada stadium yang kita dapatkan pada pasien, yang terbanyak memang stadium 3 itu 61 persen. Inilah yang stadium 3 terjadinya anuria, tidak keluar urine sama sekali karena ginjalnya sudah gagal melakukan metabolisme," kata Syahril, dikutip dari Liputan6.com, 27 Oktober 2022.
Ia juga mengungkap ada sekitar 11 persen anak berada pada stadium 1. Serta, 7 persen yang berada pada stadium 2, dan sisanya sebanyak 20 persen belum teridentifikasi berada pada stadium mana.
Menurut Syahril, setidaknya 143 anak atau sekitar 53 persen mengalami gejala anuria. Sebanyak 58 anak atau 22 persen mengalami gejala oliguria (sedikit urine), dan 68 anak atau sekitar 25 persen tidak mengalami anuria maupun oliguria.
" Kalau dia sudah sama sekali tidak buang air kecil disebut dengan anuri. Ini berarti stadiumnya sudah stadium 3, stadium berat. Dari data yang ada itu 143 atau 53 persen itu dia anuri," kata Syahril.

Sebelum munculnya gejala khas yang berkaitan dengan produksi urine, anak-anak ikut mengalami gejala prodromal (perubahan kebiasaan) selama 1-5 hari yang cukup beragam. Demam menjadi gejala yang paling banyak dialami.
" Di sini terlihat ada demam, nafsu makan turun, kemudian anaknya tidak begitu bergairah, ada diare, mual-mual, dan ada gangguan saluran pernapasan. Jadi ada dua gejalanya, yang khas dan gejala awalnya."
Menyoroti kasus gagal ginjal akut, Syahril menjelaskan bahwa pihak Kemenkes telah bekerja sama dengan berbagai pihak. Seperti dinas kesehatan, rumah sakit, dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) untuk mengatasinya.
" Sebanyak 30 antidotum fomepizole ke Indonesia secara bertahap dari Singapura, 20 vial tiba pada tanggal 10 dan 18 Oktober di mana digunakan untuk pengobatan pasien yang ada di RSCM, 10 vial lagi akan datang pada hari ini," ujar Syahril.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?