Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Memasuki usia dua belas tahun, seorang anak lelaki akan mulai mengalami tahap-tahap awal pubertas. Momen ini jadi hal yang harus lebih dimengerti orangtua. Anak bisa mengalami perubahan suasana hati, memberontak dan lebih sering berkonflik.
Walaupun orangtua sering kali adalah orang terakhir yang ingin dimintai saran oleh anak laki-laki, hal itu seharusnya tidak menghentikan Anda untuk berpartisipasi dalam cara yang peduli dan produktif. Berikut tips yang mungkin bisa membantu.
" Secara umum, anak laki-laki akan mulai pubertas antara usia sembilan dan 14 tahun. Ini bisa menjadi saat yang sangat sulit bagi mereka," kata Jennifer O'Donnell, seorang psikolog anak, seperti dikutip dari Verywell.
Cara terbaik untuk membantu anak melalui tahap ini adalah kurangi membuat 'keributan' tentang perubahannya. Hindari menggoda dalam bentuk apa pun. Bukan berarti mengabaikan perubahan atau berpura-pura seolah-olah itu tidak terjadi.
" Sebaliknya, penting untuk melangkah maju jika merasa putra Anda mengalami ketidaknyamanan dalam bentuk apa pun dan untuk menjawab pertanyaan yang mungkin enggan ditanyakannya," ungkap O'Donnel.
Jika anak Anda mengalami pubertas yang tertunda, yakinkan dia bahwa ia akhirnya akan menyusul. Sebaliknya, jika dia termasuk anak yang awal mengalami pubertas dibanding temannya perkenalkan dia pada hal-hal seperti mencukur atau ritual lain mendekati kedewasaan.
Semakin orangtua memperlakukan pubertas sebagai pengalaman normal dan sehat, semakin dapat mengurangi stres yang terkait dengan perubahan ini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun