Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Shutterstock
Dream - Banyak hal baik yang dapat ditanamkan pada anak usia dini, termasuk menjaga kelestarian lingkungan. Hal ini penting agar si kecil dapat mewariskan alam ke generasi berikutnya dengan baik.
Cara paling sederhana dapat dilakukan dengan mengajari anak berhemat air. Menurut psikologi klinis Kassandra Putranto, edukasi cinta lingkungan dapat ditanamkan sejak anak menginjak 10 tahun.
" Sesuai tahapan perkembangan kognitifnya, usia 10-12 merupakan masa-masa paling tepat untuk mengedukasi dan menanamkan motivasi anak karena pada usia tersebut mereka sudahme miliki kemampuan berpikir abstrak," ujar Kassandra di konferensi pers Suntory Mizuiku, Jakarta, Senin 22 Juli 2019.
Diawali dengan menumbuhkan pengetahuan mengenai sumber air bersih, lanjutkan dengan memotivasi untuk melakukan sesuatu. Ajak si kecil merasakan langsung aktivitas pelestarian air.
© Dream
Menyambut Hari Anak Nasional, Suntory Holding Limited (SHD) dan Suntory Garuda Beverage (SGB) meluncurkan program pendidikan air dari Jepang, Mizuiku. Mizu yang berarti air dan iku yang berarti pendidikan, akan mengenalkan arti penting air bagi anak usia dini.
Program terdiri dari tiga sesi pembelajaran yang dilakukan di dalam dan luar kelas. Anak diajak untuk mengikuti permainan, lagu, tarian serta diskusi interaktif agar mudah termotivasi.

" Nantinya mereka juga diajak mengunjungi pabrik SGB terdekat untuk melihat proses produksi dan pengolahan air. Kami juga berkontribusi pada pembangunan fasilitas cuci tangan, akses air dan kamar kecil guna meningkatkan sanitasi anak-anak," papar Evelyn Indriani, Head of Corporate Relations & Communications.
© Dream
Dream - Bagi anak-anak, bermain adalah belajar. Setiap hal baru yang membuatnya penasaran dan memunculkan pengalaman, pastinya jadi pelajaran yang berharga.
Pada anak usia balita, mereka akan lebih mengerti suatu hal baru jika dikenalkan dengan cara yang menyenangkan yaitu bermain.
Menurut sosiolog Mildred Parten Newhall, adabeberapa tahap permainan yang berbeda sejak bayi hingga prasekolah.
Masing-masing tahapan memberi kesempatan pada anak untuk mempelajari diri dan lingkungannnya. Berikut 5 permainan tersebut.
Unoccupied Play
Ingat ketika si kecil berusia 4 bulan duduk dan bermain dengan kakinya? Meskipun sepertinya dia tidak melakukan banyak hal, tapi sebenarnya sedang bermain.
Mengamati jari kaki dan menjadikannya mainan yang menarik. Ini pertanda kalau ia penasaran dengan anggota tubuhnya.
© Dream
Ketika anak begitu suka bermain sehingga dia tidak memperhatikan orang lain, berarti sudah memasuki tahap bermain sendiri atau mandiri. Biasanya muncul sekitar usia dua atau tiga tahun.
Jenis permainan ini sangat bervariasi tergantung pada anak. Bisa dengan bermain boneka, puzzle, mobil-mobilan atau benda kesukaannya. Solitary play memicu anak menghibur diri sendiri dan menjadi mandiri.
© Dream
Jika si kecil hanya melihat anak-anak lain melompat atau berseluncur berkali-kali tetapi tidak mau ikut, jangan khawatir. Ia baru saja memasuki tahapan onlooker play.
Dalam tahap ini anak baru belajar memperhatikan, muncul penasaran tapi masih takut. Ajaklah ke tempat bermain yang lebih ramai atau bersama sepupu-sepupu dekatnya.
© Dream
© Dream
Masuk usia 4 atau 5, anak akan mulai bisa bermain bersama. Melibatkan anak pada aktivitas kelompok akan sangat baik. Seperti ikut dalam tim bola, marching band atau permainan kelompok. Anak akan belajar bersosialisasi, berkomunikasi, memecahkan masalah dan berinteraksi dengan orang lain.
Sumber: Pure Wow
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya