Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Sumber: Thetable.homechef.com)
Dream - Kebanyakan orang menggunakan garam saat memasak dengan memasukannya ke masakan dalam keadaan panas atau mendidih. Tapi tahukah Anda bahwa cara seperti ini ternyata sangat keliru.
Dilansir dari Betterhealth, garam yang dimasukkan dalam suhu panas akan menjadi racun yang membuatnya mengandung asam, sehingga lama kelamaan akan berujung pada munculnya penyakit.
Selain itu, cara itu juga akan membuat garam kehilangan yodium. Beberapa penyakit yang disebabkan penggunaan garam yang salah. Misalnya seperti penyakit jantung dan tekanan darah tinggi.
Pada dasarnya, garam adalah sumber mineral yang dibutuhkan tubuh. Garam diyakini dapat mengobati lebih dari 70 penyakit. Namun jika dikonsumsi secara berlebihan dan diolah dengan cara yang salah, garam justru menjadi pemicu berbagai penyakit.
Salah satu cara mengurangi risiko akibat salah dalam mengonsumsi garam yakni, saat sedang memasak tunggulah hingga masakan matang dan ketika sudah tidak terlalu panas atau hangat baru tambahkan garam. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya