5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Perawatan Wajah/ Foto: Shutterstock
Dream - Selama berpuasa, para umat muslim diharuskan untuk menahan nafsu termasuk makan dan minum. Air yang biasa dikonsumsi setiap saat, pastinya berkurang drastis.
Kurangnya asupan air ini bisa membuat kulit kita mengalami dehidrasi. Efeknya pada kulit akan sangat terlihat.
“ Tubuh manusia terdiri dari 70% air. Dengan berpuasa selama kurang lebih 13 jam maka asupan cairan ke tubuh pun berkurang dan rentan mengalami dehidrasi ringan seperti tubuh lemas dan berkurangnya energi, konsentrasi menurun, hingga kulitpun terasa kering,” ujar dr Naila Bilfaqih, Direktur MS Glow Aesthetic Clinic pada keterangan tertulis yang diterima Dream.
Jika terus dibiarkan, kondisi dehidrasi akan berefek negatif pada tubuh dan kulit. Permasalahan yang muncul biasanya membuat kulit wajah kering dan kusam sehingga terlihat kurang fresh.
Kulit yang kering ini jika diabaikan bisa menyebabkan munculnya tanda-tanda penuaan dini seperti flek. Juga bibir pecah-pecah hingga kulit yang kasar hingga mengelupas bisa jadi dampak parah dari dehidrasi.
“ Namun ada hal-hal yang dapat dilakukan sebagai tindakan preventif untuk menjaga retensi air selama menjalankan ibadah puasa. Konsumsi 8 gelas air putih pada saat buka puasa, malam hari sebelum tidur dan saat sahur,” kata dr. Naila.
Air bermanfaat untuk menjaga kesehatan fisik. Dengan minum cukup, segala kegiatan dan kebutuhan tubuh dapat terpenuhi.
Di bulan Ramadan ini dalam memenuhi kebutuhan air 8 gelas per hari bisa dilakukan dengan trik 2-4-2. Dua gelas air pada saat sahur, empat gelas sepanjang malam hingga sebelum tidur, dan dua gelas saat berbuka.

“ Selain mengonsumsi 8 gelas air, konsumsi sayur dan buah-buahan," kata dr. Nayla.
Buah buahan yang bisa dipilih adalah buah yang kaya akan air. Seperti kelapa ataupun semangka. Jangan lupakan juga konsumsi serat yang baik untuk pencernaan tubuh.

“ Hal lain yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan kulit adalah menggunakan produk perawatan yang dapat mendukung kekenyalan dan kelembapan kulit,” ujar dr. Naila.
Skincare akan membantu kulit tetap lembap dari luar. Juga mencegah iritasi karena kulit kering.
“ Di bulan Ramadan kulit cenderung lebih kering dan dehidrasi, kami memperkenalkan trio produk kami berupa essence, serum dan night cream dengan Salmon DNA,” kata Shandy Purnamasari, founder MS Glow pada keterangan yang sama.
Dream - Selama berpuasa, umat muslim tidak boleh makan dan minum sejak fajar hingga matahari terbenam. Hal tersebut membuat kulit sangat berisiko mengalami dehidrasi karena kekurangan cairan dalam tubuh.
Selama puasa 14 jam puasa, aktivitas pun masih padat. Sinar matahari dan paparan AC membuat kulit semakin kering dan dehidrasi.
Berikut beberapa buah yang bisa Sahabat Dream konsumsi agar kulit tetap terhidrasi kala berpuasa.
Lemon

Lemon adalah buah terbaik untuk menghidrasi kulit karena kaya akan kalsium, vitamin C, dan magnesium. Bisa dijadikan minuman atau campuran racikan minuman.
Air Kelapa
Air kelapa sangat baik untuk melembapkan tubuh secara alami karena kaya akan mineral seperti zat besi, seng, dan potasium. Ini juga kaya akan vitamin seperti A dan asam folat.
Semangka
Tahukah Sahabat Dream bahwa semangka mengandung sekitar 92% air dari total beratnya. Merupakan buah yang paling membantu menghidrasi tubuh karena kaya akan vitamin C dan A, magnesium, dan potasium, serta memberikan nutrisi.
Pepaya

Pepaya mengandung papain dan chymopapain yang sangat bermanfaat untuk mencegah kerusakan kulit dan meningkatkan elastisitas karena kaya akan anti oksidan.
(Sumber: Fustany)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?