5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Main Bersama Anak/ Foto: Shuttterstock
Dream - Bagi orangtua yang sehari-hari bekerja, menyediakan waktu untuk bermain bersama anak memang cukup sulit. Sesampainya di rumah, ketika tubuh dan pikiran sudah sangat lelah, rasanya ingin langsung istirahat.
Sebelum istirahat, selalu ingat kalau anak membutuhkan koneksi dan perhatian dari orangtua setiap hari. Hal ini tak boleh diabaikan dengan perkembangan psikologisnya.
Lalu bagaimana jika ayah atau bunda sudah sangat lelah dan si kecil sangat ingin bermain bersama? Langkah pertama, bersihkan diri lebih dulu sepulang dari kantor. Kedua, pastikan perut dalam kenyang karena jika lapar akan sulit menikmati waktu bersama anak.
Ketiga, taruh ponsel jauh-jauh, jika perlu matikan. Fokuskan tubuh dan pikiran ke anak. Saskhya Aulia Prima, psikolog profesional, lewat akun Instagramnya @saskhya membagikan ide permainan yang bisa dilakukan bersama anak, saat sedang kelelahan.
" Kita paham kalau bermain itu salah satu kebutuhan anak yang memiliki banyak manfaat. Tapi di sisi lain, gak setiap saat orang tuanya ini penuh semangat dan energi untuk main sama mereka! Nah ini beberapa cara supaya bisa tetep bikin anak happy, tanpa menguras energi orang tua terlalu banyak. Semoga bisa jadi solusi yah!," tulis Saskhya.
© Dream
Coba saja tiga permainan berikut dan sesuaikan dengan kesukaan anak. Pastikan tetap berada di dekat mereka agar koneksi tetap terbangun.
Dance Freeze
Orangtua sebagai DJ yang mengatur lagu, lalu biarkan anak yang menari. Anak harus langsung freeze/ mematung saat lagunya berhenti. Untuk lagunya biarkan anak yang menentukan.
Role Play
Orangtua berperan sebagai pembeli dan anak sebagai penjual. Sediakan beberapa koin dan barang. Orangtua bisa duduk dan membeli barang dengan koin. Jadi bisa sambil istirahat. Permainan ini bisa untuk mengenalkan konsep uang dan berhitung, meningkatkan kreativitas dan keterampilan sosial
Menemani anak mainan sensori
Isi wadah/baskom dengan spons, es batu, serta pewarna makanan. Biarkan anak memindahkan dan merasakan sensasi dingin dan perubahan warna. Mainan ini untuk mendorong perkembangan motorik anak.
Sumber: Saskhya Aulia
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?