Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Membuat Pakaian Lebih Awet (Foto: Shutterstock)
Dream - Setelah dikenakan beberapa lama, pakaian bisa menjadi lebih longgar, luntur, bahkan robek. Bila sudah begitu, ujung-ujungnya bakal ditaruh di gudang. Tak terpakai.
Sayang, bukan? Apalagi, kamu sangat menyukai pakaian tersebut dan tidak bisa menemukan modelnya lagi.
Tapi di sisi lain, banyak orang yang masih memiliki pakaian dengan kondisi sempurna untuk waktu cukup lama. Kamu pasti ingin tahu rahasia mereka.
Dilansir Miss Kyra, berikut tips membuat pakaian lebih awet.
Memisahkan Jenis Pakaian

Perhatikan instruksi untuk merawat pakaian. Berhati-hatilah ketika membersihkan pakaian bayi dan gunakan detergen berbahan ringan. Detergen yang mengandung alkali bisa menyebabkan alergi. Pisahkan sprei dengan handuk ketika mencuci.
Mengetahui Bahan Pakaian
“ Cucilah pakaian berbahan ringan dengan tangan,” kata Purva Khurana, Associate Professor National Institute Fashion Technology India. Lakukan hal tersebut ketika mencuci bahan sutra, pakaian dalam, sweater, knitwear, katun, viscose, polyester dan chiffon.
Mencuci dengan mesin akan merusak pakaianmu. Cuci pakaian dalam keadaan terbalik untuk membiarkan bahannya bernafas.
Deterjen cair merupakan alternatif yang baik untuk formula bubuk karena residunya lebih sedikit. Pewangi, pemutih, dan pewarna pakaian, bisa menyebabkan iritasi kulit.

Hindari detergen yang mengandung SLS, SLES, 1,4-dioxane, nonylphenol ethoxylates dan fosfat. Pelicin pakaian akan memudahkan ketika menyetrika pakaian. Gunakan pelicin pakaian sesuai dengan warna, bahan serta bentuk bajumu.
Gunakan sabun sebagai pengganti detergen untuk mencegah alergi. Dan gunakan cuka untuk melembutkan pakaian. Sebaiknya, gunakan air bersuhu rendah agar warna tidak cepat memudar.
Lepas pakaian dari hanger sebelum menyimpannya agar bentuknya tidak rusak. Simpanlah di tempat bersih dan bebas tungau atau bahan korosif. Pastikan pakaian sudah benar-benar kering.

Simpan pakaian ke dalam kantung yang berisi lavender dan bunga kering agar lebih bersih serta wangi. Jangan simpan pakaian terlalu lama. Keluarkan sesekali agar tidak cepat rusak. Pisahkan pakaian berbahan wool dengan jaket.

Rendam pakaian ke dalam campuran air dengan hidrogen peroksida selama satu jam dan bersihkan. Untuk menghilangkan noda teh atau kopi, cuci dengan air panas. Tapi, jangan lakukan ini pada bahan wool atau sutra. Lalu, gosok dengan campuran borax dan air.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya