Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Buah Naga/ Foto: Shutterstock
Dream - Buah naga merah adalah salah satu jenis buah yang mengandung banyak nutrisi dan vitamin yang bermanfaat bagi kesehatan. Sayangnya, tidak semua buah naga merah memiliki cita rasa yang manis.
Beberapa di antaranya dapat terasa asam atau bahkan tidak memiliki rasa sama sekali atau cenderung hambar. Sahabat Dream penasaran bagaimana cara memilih buah naga merah yang memiliki cita rasa yang manis dan berkualitas tinggi? Intip tips berikut.

1. Perhatikan Warna Kulit
Pilihlah buah naga merah yang memiliki warna kulit merah cerah dan merata. Hindari yang memiliki noda cokelat atau bintik hitam, karena hal ini bisa menandakan bahwa buah tersebut sudah overripe (terlalu matang) atau mungkin mengalami kerusakan.
Tips memilih buah naga merah yang manis selanjutnya adalah dengan menyentuh permukaan kulit untuk memastikan kualitas buah.

Rasakan permukaan kulit buah naga merah dengan lembut. Buah yang berkualitas baik akan terasa kenyal dan sedikit lembap saat disentuh. Hindari buah yang terlalu lembek atau berkulit keras, karena ini bisa menunjukkan kurangnya kualitas dari buah naga.
Ekor dan daun buah naga merah juga dapat memberikan petunjuk tentang tingkat kematangan dan segarnya buah. Tips memilih buah naga merah yang manis ini akan memudahkan Sahabat Dream menentukan buah yang berkualitas.

Pilihlah buah dengan ekor yang masih menempel dengan kencang dan daun yang masih segar dan tidak layu. Buah naga merah yang masih memiliki ekor yang kuat menandakan bahwa buah belum rusak dan masih dalam kondisi baik.
(Sumber: Diadona)
Dream - Jajanan gurih yang sering dijual di pinggir jalan seringkali menggagalkan program diet. Gorengan bukanlah satu-satunya jajanan yang sulit dihindari saat ingin memperbaiki pola makan.
Cilok bumbu kacang juga jadi salah satu jajanan murah yang sulit ditolak. Teksturnya yang lembut dan kenyal dengan rasa gurih membuat cilok jadi favorit banyak kalangan.

Foto: Shutterstock
Beberapa orang mungkin bisa membuat cilok di rumah, tapi belum tentu kalorinya rendah dan tidak mengganggu program diet. Ikuti resep cilok dengan rendah kalori yang dibagikan Culinary Content Creator, Avita Unaiya agar pola makan tetap sehat dan diet tidak terganggu.
Bahan-bahan:
Cara membuat cilok bumbu kacang rendah kalori
1. Campur oat bertekstur tidak terlalu kasar, tepung tapioka, bawang putih bubuk, garam, lada, dan air hangat. Aduk rata
2. Tambahkan air jika teksturnya masih terlalu kering. Pastikan juga tekstur adonannya tidak terlalu kental atau cair agar mudah dibentuk
3. Ambil sedikit adonan dan bentuk menjadi bulat
4. Rebus adonan hingga mengapung
5. Buat bumbu kacang dengan mencampur kacang bubuk, potongan cabai rawit, serta air secukupnya untuk membuat teksturnya lebih kental
6. Sajikan cilok dengan bumbu kacang rendah kalori
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang