Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Anak Belajar Dengan Senang (Foto: Shutterstock)
Dream - Sebagian orangtua mendidik anaknya dengan cara yang sedikit keras. Tidak jarang, orangtua memarahi anaknya ketika tak mau belajar dan bahkan menerapan hukuman.
Cara tersebut sebenarnya tak efektif untuk membuat anak belajar. Anak-anak malah akan jadi lebih tak termotivasi jika dipaksa dengan cara keras.
" Begitu anak dipaksa, otaknya tegang dan pelajarannya tidak akan terserap oleh otak," ujar Vera Itabiliana, seorang psikolog anak, beberapa waktu lalu di Jakarta.
Cara yang paling jitu untuk membuat anak lebih efektif belajar adalah dengan bermain. Untuk yang masih duduk di TK hingga kelas 3 SD, belajar dengan bermain ini lebih seru dan mudah diterima anak.
" Dunia anak dipenuhi dengan bermain. Jadi, cara belajar paling nyaman adalah dengan belajar sambil bermain," kata Vera.
Saat bermain dan merasa senang, tubuhnya akan memproduksi hormon dopamin dan serotonin yang secara tidak langsung meningkatkan minat belajar. " Dengan bermain, anak merasa lebih senang, perhatian dengan apa yang dipelajari serta terlibat dalam aktivitas belajar," jelas Vera.
Jenis permainannya pun bisa beragam, seperti memanfaatkan pembuatan slime, bermain plastisin dan lain-lainnya. " Selain diskusi dengan anak, orangtua bisa memanfaatkan gadget untuk mencari permainan yang menarik. Jadi, gadget bisa berdampak positif bagi kecerdasan anak, bahkan membantunya belajar menjelang ujian," tutupnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang