Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menag Lukman Hakim Saifuddin Meluncurkan Aplikasi Alquran Digital Berbahasa Banjar (Foto: Kemenag)
Dream - Kementerian Agama meluncurkan aplikasi digital Alquran dan terjemahan dalam Bahasa Banjar. Aplikasi ini diklaim sebagai aplikasi Alquran terjemahan bahasa daerah pertama.
" Alquran dan terjemahnya dalam Bahasa Banjar (Bahasa Daerah) versi aplikasi digital, merupakan pertama dan satu-satunya," kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dikutip Dream dari kemenag.go.id, Senin, 26 Februari 2018.
Lukman mengatakan versi cetak Alquran terjemahan Bahasa Banjar telah diluncurkan pada 20 Desember 2017. Alquran terjemahan Bahasa Banjar merupakan mushaf ke-12 dari seri terjemahan Alquran dalam bahasa daerah.
" Untuk tahun ini, ada tiga lagi Alquran dan Terjemahan ke dalam Bahasa daerah, yakni Bahasa Bugis, Palembang, dan Bahasa Sunda," ucap Lukman.
Penerjemahan Alquran ke bahasa daerah merupakan usaha pemerintah untuk meningkatkan kualitas keagamaan dan pendidikan bagi masyarakat. Tujuan dari upaya itu untuk meningkatkan kerukunan umat beragama dan peradaban masyarakat.
" Kerja sama yang baik antara Balitbang Kemenag dengan UIN Antasari akhirnya mampu melahirkan Alquran dan Terjemahnya ke dalam Bahasa Banjar versi Aplikasi Digital ini. Kami mengapresiasi kerja keras ini," ujar dia.
Sementara itu, Rektor UIN Antasari, Mujiburrahman mengatakan aplikasi Alquran dan terjemahnya dalam bahasa Banjar lahir karena antusias dan desakan masyarakat. Masyarakat muslim Banjar yang 99,50 persen mendorong UIN Antasari agar Alquran dan terjemahnya ini bisa diakses publik secara mudah dan gratis.
“ Maka muncul ide Alquran dan Terjemahnya ke dalam Bahasa Banjar versi digital. Alhamdulillah, Pak Menteri mendukung dan Balitbang membantu," ujar Mujiburrahman.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya