5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Test Pack (Foto: Shutterstock)
Dream - Demi bisa membuahi dan memiliki anak, kaum pria butuh mencapai kepuasan saat bercinta. Lalu bagaimana dengan perempuan? Banyak yang percaya kalau kepuasan akan sangat berpengaruh pada keberhasilan pembuahan.
Faktanya ternyata tak selalu demikian. Beberapa peneliti pernah melakukan analisis terhadap “ upsuck theory" . Teori tersebut, menganggap kontraksi rahim saat orgasme akan menarik sel sperma secara efektif.
Tapi ternyata beberapa penelitian mengungkap kalau orgasme pada perempuan tak berperan besar pada keberhasilan pembuahan. " Teori tersebut terpatahkan," ujar Katrina Sawatsky, seorang dokter kandungan, seperti dikutip dari Todays Parent.
Pada 1950an, William Masters dan Virginia Johnson pernah melakukan eksperimen untuk mengetahui kondisi organ intim perempuan saat mengalami orgasme dan efeknya terhadap sel sperma. Hasilnya, sel sperma bekerja normal.
" Sperma akan berenang secepat itu akan berenang,” kata Sawatsky.
Terkait kepuasaan saat bercinta memang bisa membuat membuat tubuh melepaskan oksitosin atau hormon bahagia. Hal ini akan meningkatkan perasaan keintiman dan mengurangi stres.
Pasalnya, kondisi stres akan memicu produksi hormon kortisol yang akan berdampak buruk pada proses ovulasi dan kehamilan. Jadi sebenarnya, salah satu kunci keberhasilan kehamilan adalah calon ibu tidak stres.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
