Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Industri fesyen terus mengalami perkembangan, desainer baru pun mulai bermunculan. Untuk menjaring generasi penerus dunia fesyen Indonesia Fashion Week (IFW) menghadirkan program " Indonesia Fashion Design Competition (IFDC) 2015" .
Dalam kompetisi ini, para desainer muda ditantang membuat desain berkonten lokal inovatif sekaligus membangun bisnis mode yang solid.
Tahun ini para juri yang terdiri dari Ketua Umum Asosiasi Perancang Pengusaha Muda Indonesia (APPMI) sekaligus Steering Committee IFW, Taruna Kusmayadi dan beberapa desainer seperti Susan Budihardjo dan Chitra Subiyakto ini mengambil tema " 2015 Urban Lifestyle"
Keseluruhan warna setiap koleksi para peserta kompetisi terinspirasi dari Dulux Colour Futures 2015.
" Kami menganggap desainer baru itu harus tumbuh dan diketemukan. Melalui ajang kompetisi ini, kita bisa dengan mudah menjaring talenta baru untuk kita kembangkan menjadi desainer besar," kata Taruna saat ditemui Dream.co.id di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata Indonesia, Jakarta, Rabu 14 Januari 2015.
Dari sekitar 300 peserta yang mengikuti kompetisi ini, hari ini telah dipilih 10 finalis yang berhak memamerkan busana rancangannya dalam IFW 2015 bulan Februari mendatang.
Taruna menjelaskan kriteria penilaian ini meliputi orisinalitas atau keunikan konsep, kesesuaian dengan tema, daya jual dan daya pakai, kerapian, kesiapan brand, ketepatan pemilihan bahan, dan total appearance. Kesiapan mengikuti pameran dagang tingkat dunia juga menjadi persyarakat lomba ini.
" Dari 300 peserta disaring menjadi 30 kemudian dipilih lagi 10 finalis. Ke10 ini akan dibimbing desainer-desainer senior menuju IFW 2015 dan diharapkan lebih mendalami lagi komposisi bahan, desain, dan juga warna. Sehingga nantinya setelah kompetisi ini berakhir, mereka benar-benar siap terjun ke pasar mode," paparnya.
Selain bisa tampil di perhelatan besar IFW 2015, pemenang dari kompetisi ini akan mendapatkan beasiswa studi selama 10 bulan di sekolah mode internasional KOEFIA Academy, Roma, Italia.
" Pemenangnya akan diikutsertakan dalam pameran dagang skala internasional seperti Hong Kong Fashion Week. Dengan begitu, kesempatan untuk menjaring buyer internasional sangat terbuka lebar," tambahnya.
Tarua berharap nantinya akan semakin banyak lagi desainer muncul meramaikan industri mode nusantara dan siap tampil di mata dunia.
" Semoga nantinya generasi penerus dunia mode terus bermunculan dan siap untuk tampil unjuk gigi tidak hanya di Indonesia tetapi bisa juga di kancah Internasional," harapnya. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya