5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Nyeri panggul dan kram perut merupakan keluahan yang sering dialami wanita. Hal tersebut bisa jadi disebabkan masalah kesehatan ringan atau malah serius. Sebagian besar wanita mengalami nyeri dan kram saat menstruasi.
Hal tersebut sangat wajar, dan biasanya dengan istirahat, level rasa nyerinya bisa sedikit berkurang. Lalu bagaimana jika muncul keluhan kram hebat padahal kita tak sedang haid?
“ Ada banyak hal yang terjadi di area panggul. Untuk pasien dengan nyeri panggul non-menstruasi, kami biasanya menanyakan apakah nyeri itu sesekali atau selalu ada. Apakah itu memancar atau tetap di satu tempat? Seberapa intens itu pada skala satu sampai 10," kata Sony S. Singh, seorang dokter kandungan dan profesor di Universitas Ottawa, Kanada.
Banyak hal yang bisa menyebabkan kram perut saat tak menstruasi. Penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika rasa nyerinya tak kunjung hilang.
© Dream
1. Kehamilan dini
Beberapa wanita tak sadar kalau dirinya tengah hamil. Biasanya, saat hamil sekitar empat minggu (sekitar dua minggu setelah ovulasi, ketika menstruasi biasanya akan datang) makan akan terjadi kram implantasi, saat embrio ditanamkan ke dalam lapisan rahim.
Seperti apa rasa sakitnya? Ringan dan tidak bertahan lama. Bila ternyata lewat tanggal haid dan merasa kram, tak ada salahnya untuk menggunakan test pack.
2. Keguguran
Kemungkinan lain saat mengalami kram perut saat tapi tidak haid adalah keguguran. Biasanya hal ini terjadi di kehamilan usia muda, saat ibu tak menyadari kalau sedang hamil dan ternyata keguguran.
Rasa sakitnya mirip dengan kram menstruasi, yang kemudian bisa menjadi lebih kuat dan lebih menyakitkan. Ada yang mengalami pendarahan dan ada juga yang tidak. Bila nyerinya sangat hebat, segera periksa ke dokter.
© Dream
3. Kehamilan ektopik
Kehamilan ektopik adalah saat sel telur yang telah dibuahi tumbuh di luar rahim. Biasanya di dalam salah satu tuba falopi. Janin tidak bisa tumbuh dan ibu mengalami pendarahan internal dan memicu kram. Muncul kram ringan, lalu nyeri menusuk yang tiba-tiba di satu sisi perut.
4. Ovulasi
Beberapa wanita benar-benar dapat merasakan saat ovarium melepaskan sel telur ketika berovulasi. Ini terjadi sekitar dua minggu sebelum menstruasi. Rasa nyerinya tiba-tiba dan tajam atau kram ringan di salah satu sisi perut. Ingatlah Anda mungkin merasakan sakit di satu sisi setiap bulan, atau mungkin berbeda. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
© Dream
5. Kista ovarium pecah
Ada beberapa jenis kista (yang merupakan kantung cairan) yang dapat berkembang di ovarium. Jika kista pecah, dapat menyebabkan rasa sakit. Kram tiba-tiba ringan atau di perut, tepatnya di bawah pusar. Gejala lain termasuk demam, menggigil, mual ringan atau muntah.
" Jika rasa sakitnya parah atau merasa pusing, segera cari pertolongan medis. Pecahnya kista dapat terjadi di tengah siklus atau di luar ovulasi, tergantung pada jenis kista itu," kata Singh dikutip dari Todays Parent.
6. Torsi ovarium
Torsi terjadi ketika ovarium berputar dan suplai darahnya terhambat. Seringkali karena ada kista di ovarium yang membuatnya sedikit lebih berat. Berat menyebabkannya terpelintir. Kadang-kadang, ovarium dan tuba saling menempel, menyebabkan pelintiran pada tuba falopi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?