Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Produk Bayi (Foto: Shutterstock)
Dream - Kulit bayi berbeda dengan kulit dewasa. Kondisinya sangat sensitif. Terkena zat yang bisa memicu iritasi sedikit saja, bisa terjadi kemerahan, gatal hingga perih.
Untuk itu, para ibu harus lebih selektif dalam memilih produk perawatan kulit sehari-hari yang digunakan si kecil. Menurut dr. Srie Prihianti, spesialis kulit dan kelamin, sebelum memilih produk untuk anak, kenali dulu jenis kulitnya.
" Biasanya hal ini baru diketahui pada usia 3-4 bulan. Bayi baru lahir sulit untuk dideteksi jenis kulitnya karena belum terekspos banyak hal. Di usia 3-4 bulan baru mulai muncul tandanya," ujar dr. Srie, dalam acara Cussons Baby Sensicare di Jakarta, 5 November 2018.
Mencocokkan produk dengan jenis kulit tidak hanya diperuntukkan bagi orang dewasa. Jika kulit bayi menjadi kering, gatal atau timbul kemerahan, kemungkinan besar produk tersebut tidak cocok untuk kulitnya.
" Kalau kering, ruam atau gatal, berarti kulitnya sensitif," kata dr Srie.
Saat memilih produk cari yang berlabel hypoallergenic. Hypoallergenic merupakan label yang diperlukan dalam produk bayi.
Label ini membuktikan bahwa sebuah produk sangat minim alergen. Hal yang tak kalah penting adalah cari yang berlabel " teruji klinis" atau " clinically proven"
" Label ini memastikan bahwa sebuah produk aman untuk dipakai. Jika itu produk bayi, berarti kandungannya sudah ditakar agar lebih aman dan efektif untuk bayi," ungkap dr. Srie.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun