Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
(shutterstock.com)
Dream - Tradisi makan bersama keluarga tampaknya sudah banyak dilupakan. Banyak orang memilih makan di tempat bergengsi seperi restoran. Padahal, makan bersama dapat memengaruhi tumbuh kembang si kecil.
Makan tak hanya sekadar menghabiskan santapan. Dengan makan bersama, orang tua dapat membentuk karakter dan etika anak selagi makan.
" Ini merupakan bentuk stimulasi orang tua agar anak bisa belajar bicara, melatih kosakata, dan pembentukan karakter," kata Nurul Ratna Mutu Manikam, Dokter Speasialis Gizi Klinis di acara SGM Eksplor, Rabu kemarin.

Anak yang terbiasa makan bersama akan memahami cara memakai alat makan dengan benar. Selain itu, kegiatan ini dapat menjadi momen intim antara anak dan orang tua.
Sahabat Dream juga dapat menanamkan nilai-nilai moral melalui sesi menyenangkan seperti dongeng. Tak masalah jika si kecil makan sedikit berantakan, karena nantinya ia akan terbiasa.
" Anak bisa diajak makan bersama setelah menginjak usia enam bulan, di mana ia sudah dapat duduk tegak dan mengonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI)," ujarnya.
Ajak anak untuk duduk di kursi atau pangkuan orang tua. Sajikan menu dengan gizi seimbang agar asupan nutrisinya terpenuhi.
Utamakan zat gizi makro (Makronutrinen) seperti karbohidrat, protein, asam amino esensial dan lemak. Selanjutnya berikan asupan tambahan dengan zat gizi mikro (Mikronutrinen) berupa vitamin, mineral, probiotik dan prebiotik.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun