Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Ibu Hamil (Foto: Shutterstock)
Dream - Setelah melahirkan, ibu akan dibanjiri dengan emosi yang membuncah. Perasaan juga menjadi penuh cinta dan rasa ingin melindungi yang begitu besar. Tak hanya itu, sebenarnya ada risiko lain yang juga dihadapi para ibu, yaitu masalah jantung.
Selama atau setelah kehamilan, seorang ibu dapat mengalami perubahan jantung atau suatu kondisi yang disebut kardiomiopati peripartum. Hal ini membuat otot jantung jadi melemah.
Kondisi kardiomiopati peripartum, membuat jantung tidak memompa sekeras yang seharusnya. Efeknya adalah penumpukan cairan karena darah tidak diedarkan dengan benar. Penumpukan ini dapat menyebabkan cairan di paru-paru, yang menyebabkan sesak napas, dan dapat menyebabkan pembengkakan di kaki.
Meskipun kardiomiopati peripartum jarang terjadi, tetapi ada perempuan yang memiliki risiko lebih tinggi terkena kardiomiopati peripartum. " Faktor-faktor risiko makin tinggi jika hamil kembar atau hamil di usia tua," kata Lili Barouch, seorang ahli jantung, spesialis kardiomiopati Universitas Johns Hopkins.
Apa saja gejalanya? Kesulitan bernapas dan pembengkakan kaki adalah gejala utama. Beberapa ibu juga mengalami irama jantung yang tidak normal, kelelahan dan jantung berdebar.
Gejala-gejala tersebut memang kerap terjadi saat hamil. Untuk membedakan apakah itu hanya keluhan saat hamil atau keluhan jantung adalah dengan memperhatikan tingkat keparahannya.
" Jika napas sangat pendek, batuk parah saat berbaring, bengkak ekstrem, atau sangat lelah, maka ini adalah tanda-tanda potensial bahwa ibu mungkin mengalami kondisi kardiomiopati peripartum," kata Barouch, seperti dikutip dari Todays Parent.
Meskipun gejala ringan, jika khawatir, Barouch menyarankan untuk berkonsultasi dengan bidan atau dokter. Terutama jika kehamilan pertama.
Kardiomiopati peripartum biasanya terjadi dari satu bulan sebelum sampai lima bulan setelah melahirkan. Barouch mengungkap konsisi tersebut paling sering muncul setelah melahirkan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun