Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Anak Remaja (Foto: Shutterstock)
Dream – Anak-anak yang berusia remaja yaitu mereka yang berusia 10 hingga 18 tahun. Dalam usia tersebut rupanya ada risiko kesehatan yang mengintai. Terjadi fase growth spurt di mana pertumbuhan terjadi sangat cepat.
Baik pertumbuhan fisik, psikis, kognitif, reproduksi. Untuk mendukung pertumbuhan cepat tersebut dibutuhkan asupan gizi yang optimal.
Namun sayangnya menurut dr. Pattiselano Robert Johan, Plt Dirjen Kesehatan Masyarakat Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, anak remaja di Indonesia mengalami masalah gizi.
Antara lain anemia, stunting, tubuh terlalu kurus, hingga obesitas. Para orangtua diminta terus memperhatikan asupan gizi untuk para anak remajanya. Jangan sampai mengalami masalah-masalah berikut.
Anemia
Anemia terjadi karena kurangnya asupan zat besi dalam makanan dan minuman sehari-hari. " Kalau sudah seperti ini, bisa akibatkan penurunan imunitas, konsentrasi, prestasi, kebugaran, dan produktivitas,” ujar Robert dalam Seminar Kesehatan dan Gizi Remaja.
Secara khusus, anemia yang dialami remaja perempuan berdampak lebih serius dibanding laki-laki, karena mengingat mereka adalah calon ibu. Jika hal ini tidak diatasi, maka akan memperbesar risiko kematian ibu melahirkan, bayi lahir prematur, dan berat bayi lahir rendah. Berikan daging merah, sayuran hijau, dan produk-produk yang mengandung zat besi sebagai asupan harian anak remaja
Stunting
Merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting dapat menimbulkan diabetes melitus, jantung koroner, hipertensi, dan obesitas.
Kurus atau kurang energi kronis (KEK)
Penyebab dari masalah ini bisa karena pola asupan yang salah, takut gemuk, dan diet tidak sehat. “ Kalau sudah terkena KEK, maka bisa menimbulkan berbagai penyakit infeksi. Oleh karena itu, harus mengonsumsi makanan bergizi seimbang,” ujar Robert.
Obesitas
Robert memaparkan bahwa menurut Global Health Survey 2015 penyebab obesitas antara lain karena pola makan remaja yang buruk. Seperti jarang sarapan, kurang mengonsumsi makanan berserat, sering mengonsumsi makanan penyedap, serta kurang beraktivitas. Hal ini mengakibatkan risiko seseorang menjadi kegemukan, bahkan obesitas.
Laporan Dina Nazhifah
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang