5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Festival Budaya Pasar Terapung Di Kalimantan Selatan (Foto: Wisatalagi.blogspot.com)
Dream - Terkenal sebagai ikon Kalimantan Selatan (Kalsel), Pasar Terapung di Sungai Martapura telah berhasil mendongkrak sektor pariwisata. Terutama Pasar Terapung Kuin dan Lok Bintan yang sudah tersohor bahkan menjadi destinasi langganan para wisatawan.
Kepala Seksi Pengembangan Pasar Pariwisata Kalsel, Leni Arfan, menuturkan Pasar Terapung yang ada di Kalsel berbeda dengan daerah lainnya karena masih alami dan berada di sungai asli, bukan buatan.
Kegiatan transaksi di Pasar Terapung juga merupakan kebiasan turun-temurun masyarakat Kalsel yang dilestarikan dari ratusan tahun lalu hingga sekarang. Menariknya, pasar ini hanya beroperasi selama beberapa jam saja. Setelah pukul tujuh pagi, kerumunan perahu akan kembali pada sandaran masing-masing.
" Kalau air tidak pasang, perahu tidak bisa jalan. Air pasang pas habis Subuh jadi sampai jam 7 pagi saja," tutur Leni saat dijumpai di Jakarta Utara beberapa waktu lalu.
Bermacam barang diperjualbelikan di atas sungai. Selain sayur dan buah, ada perahu yang menjual aneka kue tradisional. Kue-kue ditata dalam sebuah wadah khusus dan cara mengambilnya harus memakai sebilah kayu panjang.
Meskipun Pasar Terapung beroperasi setiap hari, namun bagi wisatawan yang ingin menyaksikan kemeriahan lebih dari biasanya dapat berkunjung saat bulan September. Setiap September, pemerintah setempat akan menggelar acara tahunan dalam kemasan Festival Budaya Pasar Terapung.
" Nanti banyak acaranya, kayak semacam festival lomba jukung, kan mereka berjualannya itu naik jukung ya," imbuh Leni.
Setidaknya ada 13 kabupaten dan kota di Kalsel yang akan berpartisipasi memeriahkan festival. Selain lomba jukung akan ditampilkan pula atraksi dari Kampung Banjar. Kemudian ada juga lomba perahu naga, lomba balogo, festival sinoman haderah, pawai budaya dan bazar kuliner lengkap dengan penampilan tari-tarian adat masyarakat setempat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?