5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Masjid Agung Al Karomah Martapura (Foto: Iqbalsafwan.com)
Dream - Masyarakat Kalimantan Selatan (Kalsel) terkenal akan sifat religius. Mereka tumbuh berbalut adat-istiadat yang kental akan spiritualitas. Sehingga membuat kebudayaannya sarat akan nilai-nilai Islami.
Adat-istiadat ini lambat laun semakin berkembang menjadi daya tarik wisata hingga membuat banyak turis ingin berkunjung. Keistimewaan ini mendorong pemerintah setempat untuk gencar mempromosikan potensi wisata religinya.
" Masjid Sabilal Muttaqin, menjadi Salah satu masjid yang terkenal menjadi persinggahan wisatawan yang datang ke Banjarmasin," tutur Kepala Seksi Pengembangan Pasar Pariwisata Kalsel, Leni Arfan, saat ditemui di Jakarta Utara beberapa waktu lalu.
Ribuan orang juga datang berkunjung ke makam ulama agung Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari. Atau biasa disapa Datuk Kelampayan yang terletak di Martapura. Di tempat ini peziarah dapat menyaksikan secara langsung Alquran besar yang tersimpan di muka Museum Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari.
" Tempat ini terkenal di negara-negara Islam karena dulunya ulama besar Kalimantan namanya Al Alamah KH Zaini Gani atau kita panggil Abah Gyru Sekumpul," terang Leni menambahkan.
Selain itu, ada sebuah upacara budaya, Baayaun Maulid yang dilaksanakan bertepatan dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Acara ini dilangsungkan guna mensyukuri pertumbuhan anak-anak bayi bertepatan dengan acara Maulid Nabi.
Setiap anak akan digendong oleh ibunya, dan kemudian diayun-ayun untuk ditidurkan. Kegiatan yang berlangsung di masjid tua Karamat Al Mukkaramah Banua Halat, Kabupaten Tapin ini dilakukan seraya membaca syair Shalawat Nabi bersama-sama.
Dan untuk acara budaya yang berlangsung selama bulan April yaitu Mappanretasi. Sebuah ritual adat sebagai ungkapan rasa syukur nelayan Suku Bugis Pagatan atas rezeki yang mereka dapatkan.
" Acaranya di Kabupaten Tanah Bumbu dari tanggal 8-26 April. Setiap tahun dilaksanakan setelah musim ikan atau musim barat mulai berakhir," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?