Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Dok. Fashion Rhapsody 2020
Dream - Penyebaran virus merupakan hal yang ditakuti. Cepat meluas dan menggemparkan dunia. Kekacauan itu diwujudkan dalam bentuk modest wear bertajuk 'Virus' di gelaran Fashion Rhapsody 2020: Harmoni Bumi.
Mila Meiliasari, pemilik label milameilia ingin menjadikan modest wear sebagai suatu 'virus' yang mewabah di masyarakat. Bergerak dengan cepat hingga menjadi tren dunia.

Foto: Dok. Fashion Rhapsody 2020
" Kami ingin menjadikan koleksi ini sebagai virus baru bagi fashionista Indonesia kedepannya hingga ke mancanegara," kata Mila Meiliasari, Art Director milameilia di Jakarta, pekan lalu.
Mila konsisten dengan konsep desain yang memakai kain tradisional batik sebagai material utama dari seluruh koleksi 'Virus'. Kali ini ia memakai batik Cirebon dengan padu padan motif Nusantara.
Sang desainer memadukan motif lereng asli tanah Jawa dengan motif atking yang merupakan peleburan budaya Jawa dan China. Membuatnya selaras dengan batik Garutan dan batik Sragen menjadi tampilan etnik yang kaya budaya.
Ada 13 koleksi yang ditampilkan dalam 3 segmen. Setiap segmen menampilkan koleksi yang memiliki nuansa serta garis yang berbeda.

Foto: Dok. Fashion Rhapsody 2020
Segmen pertama adalah dress dengan bahan ringan melayang, menggambarkan virus yang dapat masuk dengan mudah ke dalam tubuh manusia.
Segmen kedua adalah koleksi yang lebih tegas dengan motif garis garutan yang lebih modern namun tetap menyatu dengan alam. Koleksi ini didominasi dengan warna oranye bak lembayung.

Foto: Dok. Fashion Rhapsody 2020
Segmen ketiga yang merupakan segmen penutup berisi gaun klasik romantis yang tetap menampilkan sisi kekuatan dari perempuan.
Dream - Dunia tengah digemparkan oleh virus corona (COVID-19) dari Wuhan. Saat ini kasusnya telah mencapai lebih dari 75 ribu dengan angka kematian 2 ribu jiwa.
Berangkat dari keresahan, desainer Irna Mutiara meluncurkan koleksi busana muslim bertema 'Corona'.
Koleksi yang ditampilkan di Muslim Fashion Festival (MUFFEST) 2020 itu berawal dari kekhawatiran Irna Mutiara terhadap wabah corona.
Di balik duka dan musibah yang dialami banyak orang, ada sisi kreatif yang terbesit di kepala Irna usai melihat keindahan sel COVID-19.

" Corona ini sebenarnya bentuknya sangat cantik, tapi dia bisa membahayakan. Rancangan kali ini terinspirasi dari warna keemasan dan kuning kehijauan yang sama denga warna sel virus corona," kata Irna Mutiara di arena MUFFEST, Jakarta, Kamis 20 Februari 2020.
Berangkat dari brand Irna La Perle, ia mengangkat konten lokal Sumatera Barat berupa kain sulaman dari Padang Panjang dan suji cair yang menggunakan warna benang berbeda atau gradasi warna.

" Suji cair ini bentuknya bunga dan gradasi warnanya sangat halus. Ada songket pandai sikek juga," tutur desainer 50 tahun ini.
Koleksi hadir dalam bentuk gamis sebanyak 6 look. Potongan hadir lebih simpel dan shopisticated memakai siluet maxi dress yang dilengkapi belt dari tali.
Long outer dan kimono semakin memberi kesan chic dan kekinian.

Tak hanya stylish, koleksi ini digambarkan Irna sebagai bentuk dakwah para muslimah dalam menghadapi wabah COVID-19.

" Ini bisa menjadi dakwah untuk lebih mendekatkan diri pada Allah, menutup aurat, mudah-mudahan terhindar dari semua penyakit.
Busana muslim ini kan menutup aurat agar terhindar dari segala malapetaka termasuk virus-virus yang tidak diinginkan," jelasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya