Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Facebook Taman Bacaan Pelangi
Dream - Berawal dari rasa prihatin karena akses membaca di pelosok negeri Indonesia sangatlah sulit wanita ini pun membaktikan diri kepada komunitas anak-anak Flores lewat Taman Bacaan Pelangi.
" Taman Bacaan Pelangi itu organisasi non profit yang berusaha menyediakan buku-buku bacaan yang berkualitas untuk masyarakat Indonesia bagian Timur. Awal pembukaan perpustakaan itu di Flores," kata wanita pemilik nama Nila Tanzil ini kepada Dream.co.id, Senin 22 September 2014.
Pekerjaan terdahulunya yang membuat Nina menebar pelangi di Indonesia bagian Timur. Saat itu Nila harus tinggal di Labuan Bajo, Flores selama setahun.
Singkat namun berharga dan begitu berkesan bagi wanita kelahiran Jakarta 29 April 1976 ini. " Sekitar 2009 saya bekerja menjadi konsultan dan ditempatkan di Flores. Karena saya suka traveling ke desa-desa pelosok disitu melihat akses buku bacaan sulit dan fasilitas di sekolah juga tidak begitu memadai. Dari situ mulai berkomitmen mendirikan Taman Bacaan Pelangi," ujar istri dari Zack Petersen ini.
Sudah sekitar empat tahun setengah Nila menjalani taman bacaan yang berfokus di Indonesia Timur ini. Bermodalkan 200 buku dari dananya sendiri, kini Taman Bacaan Pelangi sudah berada di 27 titik pelosok negeri Indonesia Timur diantaranya Flores, Lombok, Sulawesi, Alor, Halmahera Selatan dan menyusul Papua.
" Fokus di Indonesia Timur karena dilihat dari sisi infrastruktur daerah ini bisa dibilang tertinggal. Dan minat membaca sangatah sedikit karena sulitnya akses bacaan itu. Sekarang TB Pelangi sudah tersebar di 13 pulau dan kini sudah menjadi Yayasan," kata anak dari pasagan Michael Tanzil dan Yuriah Tanzil ini.
Mendirikan taman bacaan di pelosok negeri diakui bukanlah sesuatu yang mudah terlebih dana yang dikumpulkan berawal dari modal sendiri. " Kita sempat menjual buku di car free day, hasil penjualan kita sumbangkan untuk Taman Bacaan Pelangi. Mendirikannya terbilang sulit karena kan jarak yang ditempuh jauh dan awalnya modal sendiri tapi sekarang sudah terbantu karena jadi yayasan," ungkap Nila.
Butuh waktu sekitar enam bulan bagi Nila dan rekannya mengenalkan Taman Bacaan Pelangi kepada masyarakat di Indonesia Timur. " Prosesnya sendiri beda-beda ada yang enam bulan ada juga yang cepat. Sebelum mendirikan Taman Bacaan itu kami selalu meeting dengan kepala desa, guru, orangtua dan pemuka agama, kesulitannya di jarak karena jauh," kata wanita yang sedang mengandung ini.
Berbekal pengalaman dan restu dari keluarga membuat Nina terus mengepakkan sayapnya untuk meningkatkan pengetahuan generasi muda Indonesia.
" Dulu masa kecil saya hidup tidak terlepas dari buku, tidak terbayang kalau tanpa buku. Karena namanya Pelangi juga saya ingin semua anak-anak bisa tersenyum melihat keindahan dan hidup menjadi bewarna," ujar Nila.
Melihat senyum anak-anak serta binar mata mereka ketika membaca buku-buku, dinilai Nina sebagai sesuatu yang tidak dapat dinilai dengan uang atau harta atau angka-angka.
" Menumbuhkan kecintaan terhadap buku memang harus dimulai sejak kecil. Kalau sudah besar ya lebih sulit, ingin sekali generasi Indonesia memiliki kesadaran tinggi untuk membaca. Prihatin karena menurut UNESCO generasi kita hanya 1 dari 1.000 yang membaca," ujar Nila.
Nila berharap hal yang dilakukannya dapat memotivasi anak-anak Indonesia untuk terus menggali pengetahuan lewat buku yang banyak dibilang sebagain jendela dunia.
Untuk yang ingin membantu menebar Pelangi di pelosok negeri bisa menghubungi Taman Bacaan Pelangi di Jalan Taman Rawapening I/23 Bendungan Hilir Jakarta atau www.tamanbacaanpelangi.com atau bisa juga transfer via Bank Rakyat Indonesia (BRI) dengan nomor rekening: 0206.01.005005.30.2 atas nama Yayasan Pelangi Impian Bangsa.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya